Tak Gantikan PBB, Menlu Sebut Board of Peace Jadi Jalan RI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Swiss, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono buka suara soal keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. 

Keikutsertaan tersebut ditandai oleh penandatanganan piagam BoP oleh Presiden RI Prabowo Subianto di sela-sela kegiatan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada Kamis, 22 Januari 2026. 

Baca Juga :
Penuhi Undangan Macron, Prabowo Bertolak dari Swiss ke Prancis
Deretan 'Prabowonomics' yang Diungkap Prabowo di WEF: MBG, Kemiskinan, hingga Pertumbuhan Ekonomi

Sugiono menuturkan, keikutsertaan tersebut merupakan upaya Indonesia dalam rangka penyelesaian konflik, mencapai perdamaian serta rehabilitasi pasca konflik khususnya di Gaza, Palestina. 

Sugiono menjelaskan, Board of Peace merupakan bagian dari pertemuan antara beberapa negara Islam dan beberapa negara dengan mayoritas penduduk Islam yang membahas situasi di Palestina. 

Pada pertemuan sebelumnya, kata dia, negara-negara tersebut sepakat melibatkan dunia internasional dalam proses perdamaian di Palestina yang sifatnya permanen. 

"Dan pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Mesir di Shamr El-Sheikh yang kemudian kemarin ditandatanganilah Charter dari apa yang disebut dengan Board of Peace," ucap Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat, 23 Januari 2026.

Dia menyebut Board of Peace merupakan suatu badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina.

Indonesia, kata dia, perlu ikut serta dalam Board of Peace karena sejak awal Indonesia merupakan bagian dari negara-negara yang ikut dalam proses mencapai perdamaian dan penyelesaian konflik di Palestin.

"Memandang bahwa Indonesia perlu ikut bergabung dan terus terang saja perlu disampaikan bahwa prosesnya ini juga agak cepat. Dalam beberapa hari yang lalu penandatanganan piagam ini dilakukan dan Bapak Presiden memutuskan Indonesia untuk bergabung dengan berbagai pertimbangan," ungkap dia.

Pertimbangan tersebut salah satunya karena keterlibatan Indonesia sejak awal yang peduli terhadap perdamaian, stabilitas internasional, khususnya pada situasi yang terjadi di Gaza.

"Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya. Dan ini juga kita lakukan konsultasi dengan negara-negara yang kita sebut dengan Group of New York. Ada beberapa kali pertemuan sebenarnya, banyak percakapan, kemudian dialog yang terjadi, kemudian pertimbangan-pertimbangan dan dua hari sebelum penandatangan kemarin semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace," tutur Sugiono.

Baca Juga :
Menlu Sugiono: Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Bukti Konkret RI Dukung Kemerdekaan Palestina
Prabowo di WEF: Cek Kesehatan Gratis Bukan Program Populis, Tapi Rasional
Di WEF 2026, Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Kejutkan Dunia

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geely EX2 Diklaim Dipesan 1.500 Unit, Ini Spesifikasi Lengkapnya
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
DI WEF 2026, Prabowo Targetkan Berantas Kemiskinan Ekstrem dalam 4 Tahun
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov DKI Tingkatkan Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Kali Sehari, Termasuk ke Wilayah Penyangga
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Kalahkan Yoshi Tanaka dalam Straight Game, Alwi Farhan Melaju ke Semifinal
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Tomas Trucha Awali Putaran Kedua dengan Perasaan Optimis
• 1 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.