Generasi Z memasuki dunia kerja di era penuh ketidakpastian, dari dampak pandemi hingga dinamika ekonomi global yang berubah cepat. Tidak mengherankan jika generasi ini membawa perspektif baru tentang pekerjaan, berbeda dari generasi sebelumnya yang sering menempatkan gaji tinggi dan stabilitas sebagai prioritas utama. Lalu, apa yang lebih menarik perhatian Gen Z dari pemberi kerja: uang atau kenyamanan kerja?
Gen Z: Karakteristik dan Prioritas Baru
Gen Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi digital, tetapi juga sangat peka terhadap tekanan psikologis dan kualitas hidup. Berbeda dengan milenial atau generasi X, Gen Z sering melihat pekerjaan bukan sekadar sumber pendapatan, tetapi sebagai bagian penting dari identitas dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Aspirasi ini tercermin jelas dalam riset terbaru yang dilakukan Unstop, sebuah talent engagement platform yang fokus pada profesional muda. Survei yang melibatkan lebih dari 5.350 pekerja Gen Z dan 500 profesional HR menunjukkan bahwa generasi ini tidak lagi mengejar gaji tinggi sebagai penciri utama kesempatan kerja bernilai tinggi.
Prioritas Kerja Gen Z: Lebih dari Sekadar Gaji
Temuan utama laporan Gen Z at Workplace dari Unstop sangat reflektif terhadap perubahan nilai ini:
• 72% Gen Z menilai kepuasan kerja (job satisfaction) lebih penting daripada gaji tinggi ketika memilih pekerjaan.
• 77% lebih memilih bekerja di perusahaan yang menawarkan peluang pertumbuhan dan pengembangan karier dibanding kompensasi finansial yang besar.
• Tidak kalah pentingnya, sekitar 47% Gen Z mengatakan mereka memprioritaskan keseimbangan kerja–hidup (work-life balance) saat mengevaluasi tawaran kerja.
• Selain itu, sebanyak 47% Gen Z berencana untuk pindah kerja dalam dua tahun ke depan, terutama mencari pengalaman kerja yang lebih bermakna daripada sekadar gaji yang tinggi.
Data ini mencerminkan sebuah pergeseran: gaji besar mungkin masih penting, tetapi bukan lagi faktor teratas yang menentukan pilihan karier bagi Gen Z. Kepuasan kerja, peluang belajar dan berkembang, serta keseimbangan hidup kini menjadi elemen sentral dalam keputusan mereka.
Mengapa Kepuasan dan Keseimbangan Kerja Mendominasi?
1. Pengalaman hidup yang membentuk perspektif kerja
Gen Z memasuki dunia kerja setelah mengalami krisis global seperti pandemi dan resesi ekonomi yang memperlihatkan bahwa pekerjaan yang “aman” pun bisa berubah tiba-tiba. Pengalaman ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam memilih pekerjaan yang membuat hidup mereka lebih berkualitas, bukan hanya lebih kaya.
2. Kesadaran kesehatan mental yang lebih tinggi
Norma kerja lama yang menuntut jam panjang dan tekanan tinggi kini kurang menarik bagi generasi yang lebih vokal dalam memperjuangkan kesehatan mental. Banyak Gen Z memilih pekerjaan yang memungkinkan mereka tetap produktif sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis.
3. Nilai personal yang lebih luas
Gen Z seringkali menempatkan pekerjaan dalam konteks yang lebih luas: apakah pekerjaan itu bermakna? Apakah saya bisa terus belajar dan berkembang di sana? atau apakah pekerjaan itu memberi ruang bagi kehidupan pribadi saya?
Perubahan ini mencerminkan transformasi nilai generasional: dari sekadar gaji besar menjadi gaya hidup yang terpenuhi secara menyeluruh, termasuk work-life balance.
Apa Artinya Bagi HR dan Pemberi Kerja?
1. Paket kompensasi harus lebih luas dari sekadar gaji
Perusahaan perlu memikirkan strategi total rewards yang mencakup pengembangan karier, dukungan kesejahteraan (well-being initiatives), serta fleksibilitas kerja yang relevan dengan kebutuhan Gen Z.
2. Keseimbangan kerja–hidup harus menjadi bagian dari budaya kerja
Dengan hampir setengah Gen Z menyatakan pentingnya keseimbangan kerja–hidup, organisasi yang tetap menggunakan model kerja tradisional berisiko kehilangan talenta muda kepada perusahaan yang lebih fleksibel.
3. Harapan Gen Z sering berbeda dengan asumsi HR
Terdapat gap antara motivasi Gen Z dan persepsi profesional HR, yaitu HR cenderung mengira gaji adalah alasan utama Gen Z pindah kerja, padahal kenyataannya faktor pertumbuhan karier dan kepuasan kerja lebih dominan dalam keputusan mereka.
Refleksi Akhir: Gaji dan Kenyamanan Bukan Pilihan Eksklusif
Pertanyaan “Mana yang lebih penting bagi Gen Z: gaji tinggi atau kenyamanan kerja?” pada akhirnya menunjukkan bahwa generasi ini tidak memilih satu di antara dua hal itu secara terpisah. Mereka ingin memenuhi kebutuhan finansial, tetapi mereka juga menuntut kualitas hidup yang baik, peluang berkembang, dan lingkungan kerja yang menghormati keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Perubahan ini bukan sekadar tren sementara, tetapi mencerminkan pergeseran nilai dalam dunia kerja modern. Pemberi kerja yang memahami dan merespons perubahan ini, dengan tidak hanya menaikkan gaji tetapi juga menciptakan pengalaman kerja yang memadai secara psikologis dan professional. Hal tersebut akan lebih berhasil menarik dan mempertahankan talenta Gen Z di era baru ini.



