Depok: Pemerintah Indonesia terus menegaskan komitmen membangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif. Komitmen ini diwujudkan melalui program Internet Sehat dan Aman (INSAN) yang diinisiasi pada 2013 oleh Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) saat ini.
Program INSAN dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Tujuannya agar pemanfaatan internet berjalan positif, bertanggung jawab, dan terlindungi dari risiko konten negatif seperti penipuan daring, pornografi, kekerasan, serta disinformasi.
Pelaksanaannya dilakukan secara berkelanjutan melalui sosialisasi, roadshow edukatif, dan forum diskusi. Kegiatan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, institusi pendidikan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas literasi digital. Acara seperti Festival Internet Aman untuk Anak juga diselenggarakan untuk meningkatkan ketahanan digital anak.
Pada waktu hampir bersamaan, Pemerintah Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan Asia Internet Coalition (AIC). Kemitraan dengan kelompok yang beranggotakan perusahaan teknologi global seperti Google, Yahoo, eBay, Skype, dan PayPal ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi penggunaan internet sehat dan aman.
“Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa. Edukasi internet sehat sejak dini tidak hanya berfungsi sebagai upaya perlindungan dari konten berisiko, tetapi juga membentuk budaya digital yang produktif, kritis, dan beretika,” ujar Pakar Kebijakan Teknologi dan Komunikasi Digital Universitas Indonesia Rini Wijayanti.
Baca Juga :
PP TUNAS Perkuat Peran Orang Tua Lindungi Anak dari Penipuan Digital
Dosen Bisnis Digital Program Vokasi Universitas Indonesia, Dede Suryanto menambahkan, fokus kebijakan pemerintah dalam satu dekade terakhir semakin diarahkan pada penciptaan ruang digital ramah anak.
“Saya mengamati, pemerintah mengedepankan pendekatan perlindungan berbasis edukasi, pendampingan orang tua dan guru, serta penguatan regulasi yang menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas dalam ekosistem digital,” kata Dede Suryanto.
Dalam konteks global, langkah Indonesia sejalan dengan praktik terbaik tata kelola digital internasional. Salah satu contoh adalah pembentukan Dewan Pengawas Facebook (Facebook Oversight Board) pada 2020. Dewan independen ini bertugas meninjau dan mengevaluasi keputusan moderasi konten kompleks di platform Facebook dan Instagram.
Indonesia turut berkontribusi melalui keterlibatan Endy M Bayuni, jurnalis senior Indonesia, yang ditunjuk sebagai salah satu anggota pendiri dewan tersebut sejak Mei 2020. Bersama pakar internasional lain, Endy berperan memastikan penerapan standar moderasi konten yang adil dan berimbang.
Sejak beroperasi, Dewan Pengawas Facebook telah menghasilkan ratusan keputusan dan rekomendasi strategis. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, lebih dari 300 keputusan dan rekomendasi telah dikeluarkan dengan tingkat respons melampaui 75 persen.
Keberhasilan program INSAN di tingkat nasional dan kontribusi dalam Dewan Pengawas Facebook di tingkat global menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.

