Kapal Berbendera Singapura Terbalik di Laut China Selatan, Dua Orang Tewas

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Manila: Kapal penjaga pantai Tiongkok mengevakuasi 13 pelaut Filipina dari perairan sengketa di Laut China Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026, setelah sebuah kapal kargo terbalik, demikian pernyataan Kedutaan Besar Tiongkok di Manila.

Penjaga Pantai Filipina mengonfirmasi bahwa kapal kargo berbendera Singapura, M/V Devon Bay, yang diawaki 21 pelaut asal Filipina, mengirimkan sinyal darurat pada Kamis sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Saat ini, pencarian terhadap delapan awak kapal yang masih hilang masih terus dilakukan.

Menurut pernyataan penjaga pantai Tiongkok, kapal tersebut terbalik sekitar 55 mil laut di barat laut Huangyan Dao, nama yang digunakan Beijing untuk menyebut Scarborough Shoal. Lokasi tersebut berada sekitar 261 kilometer dari pesisir utara Filipina.

“Kapal Penjaga Pantai Tiongkok segera mengerahkan dua kapal ke lokasi untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Hingga saat ini, 13 awak kapal telah berhasil diselamatkan dan dua orang ditemukan meninggal, operasi masih berlangsung,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Tiongkok, dikutip dari TRT World, Jumat, 23 Januari 2026.

Foto-foto yang dirilis kedutaan memperlihatkan para pelaut Filipina yang selamat tengah menerima perawatan medis. Kapal tersebut diduga mengangkut bijih besi dari Filipina menuju Tiongkok.

Scarborough Shoal yang kaya akan sumber daya ikan kerap menjadi titik panas ketegangan antara Filipina dan Tiongkok. Kedua negara sama-sama mengklaim wilayah tersebut beserta perairan di sekitarnya sebagai bagian dari kedaulatan masing-masing.

Dalam pernyataan terpisah, Penjaga Pantai Filipina mengatakan kapal-kapalnya juga sedang menuju lokasi kejadian. Otoritas Filipina menegaskan posisi kapal yang terbalik berada “di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina”.

Disebutkan pula bahwa kapal tersebut telah miring sekitar 25 derajat ketika mengirimkan permintaan bantuan. Dua awak kapal berbendera Singapura, Devon Bay, meninggal dunia pada Jumat (23 Januari) setelah kapal tersebut terbalik di Laut China Selatan.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) mengatakan bahwa mereka diberitahun informed pada hari Jumat bahwa kapal tersebut telah tenggelam. Insiden tersebut terjadi saat kapal pengangkut curah tersebut sedang dalam perjalanan menuju Yangjiang, Tiongkok.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Stok Diklaim Aman, Mengapa Harga Daging Sapi Bergejolak?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Saudi Pro League Klaim Kepindahan Mohamed Salah Tinggal Menunggu Waktu
• 6 jam lalubola.com
thumb
Gawat! 3 Pemain Asing Baru Persebaya Masih Bermasalah, Diragukan Tampil Melawan PSIM Yogyakarta
• 3 jam laluharianfajar
thumb
PPKPP ULM Raih Akreditasi A BKN, Satu-Satunya Asesmen Center Perguruan Tinggi di Kalsel
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Jenazah Lula Lahfah Dibawa ke RS Fatmawati
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.