Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Nusa Penida

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kusetyawan

TVRINews, Klungkung

Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dan menimbulkan kerugian materiil hingga miliaran rupiah. Dampak terparah terjadi di kawasan Pura Ulun Danu Banjar Penida, Desa Sakti, yang terdampak longsor besar akibat cuaca ekstrem.

Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang memicu banjir dan longsor di berbagai titik. Di Nusa Lembongan dan Desa Jungut Batu, banjir setinggi lebih dari satu meter merendam rumah warga. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh, sementara perabot rumah tangga dilaporkan rusak.

Bencana serupa terjadi di Desa Suana dan Desa Batu Nunggul, Nusa Penida. Sejumlah infrastruktur umum mengalami kerusakan. Di Banjar Prapat, Desa Ped, banjir bandang menyebabkan satu unit rumah roboh akibat derasnya arus air.

Selain permukiman, tempat suci ikut terdampak. Empat pelinggih di Pura Segara Jagat Natha dilaporkan tumbang akibat banjir dan longsor. Kerusakan paling parah tercatat di Pura Ulun Danu Banjar Penida, Desa Sakti. Lokasi pura berada tepat di bawah tebing curam, sehingga kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengempon pura dan umat yang bersembahyang.

Akibat kejadian ini, warga dan pengempon pura mengalami kerugian besar. Kerusakan meliputi bangunan pura, akses jalan, serta lingkungan sekitar.

Bupati Klungkung I Made Satria meninjau langsung lokasi bencana bersama instansi terkait. Dalam peninjauan tersebut, ia mengusulkan relokasi Pura Ulun Danu ke lokasi yang lebih aman guna mengurangi risiko bencana serupa.

“Keselamatan umat dan kelestarian pura harus menjadi prioritas. Jika secara kajian dinyatakan berisiko tinggi, maka relokasi ke tempat yang lebih aman perlu dipertimbangkan,” ujar Bupati Klungkung, Jumat, 23 Januari 2026.

Nusa Penida memiliki kondisi geografis perbukitan curam dan kawasan pesisir yang rentan terdampak cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan. Intensitas hujan yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir kerap memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengimbau masyarakat di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini berada di luar pola prediksi normal dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Masyarakat diminta memantau informasi cuaca terkini serta segera melaporkan potensi bencana kepada aparat desa atau petugas terkait agar penanganan dan evakuasi dapat dilakukan lebih cepat.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras Terus Mengguyur Jakarta, Pintu Air Angke Hulu Status Bahaya
• 23 jam laludetik.com
thumb
Peringatan Dini BMKG: Jawa Barat Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat 23-29 Januari 2026
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Link Pantau Lalu Lintas Tol Dalam Kota, JORR, dan Ruas Tol Lain Secara Real Time
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Ammar Zoni Hadirkan Dua Saksi Meringankan, Desak CCTV Rutan Diputar di Sidang
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Shayne Pattynama Resmi Berpisah dengan Buriram United
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.