JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir di Jalan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, terus meninggi hingga sekitar 60 cm pada pukul 22.20 WIB, Jumat (23/1/2026).
Kenaikan air disebabkan aliran banjir dari kawasan fly over Rawa Buaya yang terus deras, ditambah hujan lebat yang turun sekitar pukul 22.00 WIB.
Air mengalir melalui titik Pasar Air Mancur dan langsung menggenangi Jalan Duri Kosambi, dekat pertigaan KFC Semanan.
Baca juga: Jalan Duri Kosambi Banjir hingga 50 Cm, Air Terus Mengalir dari Fly Over Rawa Buaya
Pantauan Kompas.com menunjukkan arus air cukup deras dan sulit dilintasi. Saat melintas, Kompas.com dibantu warga yang berkerumun di lokasi.
“Kakak saya bantu saja kalau mau cek arus,” kata Ade (22), salah satu warga, kepada Kompas.com.
Air deras itu mengalir tepat di samping toko kelontong yang masih buka meski banjir terus naik. Warga yang baru pulang kerja juga dibantu pemuda dan pemudi setempat untuk melewati arus.
“Bapak, Ibu, bisa pegang tangan kita ya, hati-hati arusnya deras,” ujar Ade dan teman-temannya.
Sebelumnya, sekitar pukul 21.15 WIB, banjir di Jalan Duri Kosambi masih sekitar 30–40 cm. Menurut saksi mata Ria (24), banjir di titik itu sempat hanya 20 cm setelah maghrib.
Baca juga: Banjir Terus Meninggi di Duri Kosambi, Ibu Hamil dan Balita Dievakuasi Pakai Perahu Karet
“Tadi masih 20-an senti. Sampai satu jam lalu masih sama. Karena ada aliran banjir dari ringroad ini, airnya naik jadi setinggi ini 50 senti sepertinya sekarang,” kata Ria.
Warga lain, Karno (40), menyebut arus deras itu berasal dari Kali Cengkareng yang berada dekat fly over Rawa Buaya.
“Kalinya memang dekat fly over. Dan sempit. Kalau hujan deras terus meninggi dan meluap. Lalu di sini kan lokasinya lebih rendah dari arah yang sana,” jelasnya.
Warga Kosambi yang baru pulang kerja, Ali (46), terpaksa menghentikan motornya saat melintasi genangan. Motor matic yang dikendarainya kemasukan air di bagian knalpot, sehingga ia memilih menepi untuk menghindari mogok.
“Sebenarnya motor masih bisa jalan. Tapi sayang kemarin baru dari bengkel. Saya tepikan dulu. Saya tunggu dulu di sini,” kata Ali.
Baca juga: Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Permukiman Duri Kosambi, Akses Jalan Lumpuh Total
Ali mengaku sudah lelah menembus banjir sejak pagi di kawasan Daan Mogot, namun tetap harus menghadapi genangan lagi saat pulang.
“Capek sekali sebenarnya, akhir pekan cepat mau istirahat tapi malah harus kena banjir lagi,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482268/original/078780500_1769169848-20260123_172532.jpg)
