Jakarta: Sejumlah pihak mendorong layanan parkir di Indonesia untuk dilakukan digitalisasi, guna mendukung penguatan ekosistem mobilitas perkotaan yang siap menghadapi kebutuhan masa depan.
Hal ini dibahas dalam forum diskusi bertajuk "Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Zaman Gen Z" yang diselenggarakan Institut Manajemen Real Estat Indonesia (IMREI) bersama Pollux Hotels Group dan Secure Parking Indonesia.
Forum ini digelar sejalan dengan dorongan transformasi layanan properti seiring perubahan perilaku konsumen muda yang menuntut layanan cepat, efisien, dan terintegrasi.
Penyelenggara menyampaikan, digitalisasi parkir menjadi bagian dari pergeseran paradigma smart mobility di kawasan perkotaan. Sistem parkir konvensional yang dinilai lambat dan tidak terintegrasi berpotensi menurunkan kepuasan pelanggan, terutama bagi Generasi Z yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan berbasis teknologi.
"Digitalisasi parkir bukan lagi hanya palang otomatis atau pembayaran nontunai, melainkan integrasi data dan kenyamanan tanpa hambatan (seamless experience) yang sesuai dengan gaya hidup tech-savvy," kata perwakilan penyelenggara, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Baca juga: BSN Perkuat Ekosistem Digital demi Layanan yang Lebih Inklusif
(Forum diskusi bertajuk "Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Zaman Gen Z". Foto: dok Istimewa)
Tuntutan modernisasi fasilitas
Dalam diskusi ini, Ketua Umum IMREI Dance Aquarianto mengungkapkan perspektif pengelolaan properti dalam menghadapi tuntutan modernisasi fasilitas.
Managing Director Secure Parking Indonesia Rachmat Rustam mengulas inovasi sistem keamanan dan manajemen parkir berbasis digital. Sementara President Director Pollux Hotels Group Handojo K. Setyadi akan membahas korelasi antara kemudahan parkir dengan tingkat kepuasan tamu hotel dan pengunjung pusat perbelanjaan.
Diskusi juga dilengkapi oleh Direksi ETSA Indonesia Galih Raditya Hardany Nugraha yang akan meninjau aspek strategi bisnis dalam pengelolaan parkir modern.
"Penyelenggara berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi awal berupa peta jalan (roadmap) bagi pengembang dan pengelola gedung dalam membangun infrastruktur parkir yang lebih adaptif, sekaligus mendukung penguatan ekosistem mobilitas perkotaan yang siap menghadapi kebutuhan masa depan," papar penyelenggara.




