Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak Geopolitik terhadap Penyelenggaraan Haji 2026

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan langkah mitigasi komprehensif untuk mencegah dampak buruk ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026.

"Hari ini ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah, harus segera dimitigasi. Yang paling utama adalah keamanan dan kepastian jamaah kita saat berangkat dan pulang dari Tanah Suci," kata Azis dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.

Azis yang merupakan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan pentingnya pembelajaran dari penyelenggaraan haji tahun sebelumnya. Ia menyinggung pengalaman keterlambatan pemulangan jamaah akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

"Kita sudah punya pengalaman tahun lalu ketika ada ketegangan di Qatar yang berdampak pada keterlambatan kepulangan jemaah. Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang dan harus dimitigasi sejak awal," kata dia.

Menurut dia, eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk Iran, harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam menyusun perencanaan penyelenggaraan ibadah haji ke depan. "Jadi saya berharap ada mitigasi risiko geopolitik dalam penyelenggaran haji tahun ini," tutur Azis.
  Baca juga: BPKH Diminta Antisipasi soal Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pembiayaan Haji

(Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin. Foto: Istimewa)
 
Antisipasi dampak pelemahan rupiah

Sebelumnya, ia juga meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, khususnya akibat fluktuasi nilai tukar rupiah. Sebab, dinamika geopolitik global turut berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.

"Adanya kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia-Ukraina yang belum usai, serta persoalan di wilayah Greenland. Tentunya kondisi ini juga harus diantisipasi karena berpengaruh terhadap kondisi ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar," kata Azis.

Bukan tanpa alasan, Azis menjelaskan fluktuasi nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji karena pembayaran haji menggunakan tiga mata uang yang terdampak apabila terjadi ketidakpastian ekonomi global.

"Nilai tukar rupiah hari ini sudah mendekati Rp17 ribu per dolar AS. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang, yakni rupiah, SAR, dan dolar," tegas Azis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Charles DPR Dorong Partisipasi Publik untuk Penyempurnaan Program MBG
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Korea Selatan Pulangkan 73 Tersangka Penipuan Daring dari Kamboja
• 47 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pengendara Motor di Bekasi Tewas Usai Terjatuh di Jalan Tergenang
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Satu Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Tiba di Posko DVI untuk Diidentifikasi
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Kalahkan Pebulu Tangkis Jepang, Alwi Farhan Lolos ke Babak Semifinal Indonesia Masters 2026
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.