Bisnis.com, JAKARTA – Produsen otomotif asal Jepang, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) membeberkan sejumlah strategi bisnisnya pada 2026, seiring lesunya pasar kendaraan niaga sepanjang tahun lalu.
Division Head of Business Strategy PT IAMI Rian Erlangga mengatakan, pada tahun ini, Isuzu melihat pasar kendaraan niaga masih memiliki potensi, terutama dari sektor logistik, distribusi, dan infrastruktur.
Lebih lanjut, dia mengatakan, Isuzu juga berkomitmen mendukung penguatan industri lokal melalui penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sejalan dengan program pemerintah.
Kendati demikian, pasar kendaraan niaga sepanjang 2025 melemah imbas turunnya permintaan hingga gempuran impor truk utuh asal China.
"Untuk menjaga daya saing di tengah tren impor truk, kami terus melakukan langkah strategis, antara lain peningkatan efisiensi produksi di Isuzu Karawang Plant," ujar Rian kepada Bisnis, Jumat (23/1/2026).
Isuzu juga terus melakukan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, serta penguatan layanan purna jual berbasis total support.
Baca Juga
- Truk Impor China Ancam Industri Lokal, Isuzu Bilang Begini
- Isuzu Perkuat Armada Niaga Hadapi Lonjakan Logistik Nataru
- Spesifikasi Mesin Baru Isuzu, Bisa Konsumsi Solar hingga Gas Alam
Menurutnya, perseroan secara konsisten mengembangkan sumber daya manusia lokal, serta memperkuat kerja sama dengan pemasok domestik guna meningkatkan kandungan lokal pada setiap unit kendaraan.
Rian mengatakan, Isuzu membukukan pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29% sepanjang 2025. Pada saat yang sama, perusahaan tetap memfokuskan langkah pada penguatan fundamental usaha, antara lain melalui peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi di Isuzu Karawang Plant, serta konsolidasi jaringan distribusi di berbagai wilayah.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi distribusi wholesales Isuzu selama 2025 tercatat sebanyak 25.121 unit, turun 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun, penjualan ritel, alias penyaluran dari dealer ke konsumen akhir, mencapai 25.295 unit atau mengalami koreksi sebesar 12% secara tahunan.
Di lain sisi, mengacu data General Administration of Customs of The People’s Republic of China (GACC) yang diolah Bisnis, total impor truk utuh (completely built up/CBU) asal China tercatat sebanyak 15.070 unit sepanjang 2025.
Tak tanggung-tanggung, nilai importasi itu mencapai US$688,6 juta atau sekitar Rp11,6 triliun (kurs Rp16.900 per dolar AS). Kondisi ini terbilang janggal, sebab impor utuh itu tidak dilakukan oleh pemain dalam negeri atau selayaknya anggota Gaikindo




