Polisi Bongkar LPG Oplosan di Semarang, 4 Orang Ditangkap Ribuan Tabung Disita

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng) membongkar praktik penyalahgunaan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Kota Semarang dan sekitarnya. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap empat orang.

Selain itu, polisi juga menyita 2.178 tabung gas sebagai barang bukti. Rinciannya terdiri dari 1.780 tabung LPG 3 kg, 220 tabung LPG 12 kg, 138 tabung LPG 5,5 kg, dan 40 tabung gas berukuran 50 kg.  

Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto menyampaikan bahwa kegiatan penyalahgunaan dilakukan di tiga lokasi, yakni Banyumanik dan Gunungpati di Kota Semarang, serta Ungaran Barat di Kabupaten Semarang.  

“Kami mengamankan empat pelaku, masing-masing berinisial YK dan PM berperan sebagai penyuntik gas, TDS perekrut sekaligus pencari tabung LPG 3 kg dan 12 kg, serta FZ sebagai pemilik gudang dan penyandang dana,” ujar Kombes Djoko dalam konferensi pers di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng dikutip dari iNews Semarang, Jumat (23/1/2026).  

Dia menuturkan, FZ merupakan residivis kasus serupa. “Salah satu tersangka merupakan residivis kasus serupa yang baru bebas akhir tahun lalu,” tuturnya.  

Dia mengungkapkan, modus yang dijalankan para pelaku adalah memindahkan isi LPG 3 kg bersubsidi ke tabung nonsubsidi berukuran 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg menggunakan alat suntik sederhana yang dimodifikasi. Aktivitas pengoplosan ini dinilai berbahaya karena tidak sesuai standar keselamatan dan berpotensi menimbulkan ledakan.  

“Dalam dua bulan kegiatan ilegal ini membuat kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Para pelaku bisa meraup keuntungan hingga miliaran rupiah per bulan,” ujar Kombes Djoko.  Gas subsidi tersebut diperoleh dengan cara membeli secara eceran dari berbagai pangkalan, lalu hasil penyuntikan dijual kembali dengan harga lebih tinggi. “Sehingga yang paling dirugikan adalah masyarakat karena subsidi pemerintah tidak sampai kepada yang berhak,” ucapnya.  

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi Meutya Hafid: Transformasi Digital ASEAN Harus Diukur dari Manfaat yang Merata, Bukan Sekadar Teknologi Canggih
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Banjir Jakarta Jumat 23 Januari: 125 RT dan 14 Ruas Jalan Masih Tergenang
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1.349 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir, Berikut Rinciannya
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Bara JP Gabung PSI, Sahat Sinurat: Pintu Terbuka Lebar Untuk Semua Sukarelawan Jokowi
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.