Washington (ANTARA) - Badai salju hebat yang mendekati Pantai Timur Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan menyebabkan sekitar 1.500 penerbangan dibatalkan, menurut portal FlightAware.com, Jumat (23/1)
“Total pembatalan penerbangan di dalam, menuju, atau dari Amerika Serikat besok mencapai 1.459,” kata portal tersebut merujuk pada pembatalan pada Sabtu (24/1).
Selain itu, sebanyak 103 penerbangan telah dibatalkan untuk Minggu (25/1). Jumlah pembatalan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Sementara itu, ABC News melaporkan sedikitnya 11 negara bagian telah menetapkan status darurat akibat badai tersebut. Negara bagian yang terdampak meliputi Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, Missouri, North Carolina, South Carolina, Tennessee, Texas, dan Virginia.
Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan bahwa badai musim dingin yang signifikan dan berlangsung lama akan membawa salju lebat, hujan es, serta hujan beku yang meluas, dan diperkirakan dapat berlanjut hingga Senin (26/1) waktu setempat.
“Gangguan perjalanan yang meluas, pemadaman listrik berkepanjangan, serta kerusakan besar pada pepohonan sangat mungkin terjadi,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
Badai dengan suhu sangat dingin, angin kencang, dan tingkat dingin yang berbahaya itu diperkirakan akan memengaruhi sebagian besar wilayah Amerika Serikat.
The Washington Post, Jumat (23/1) melaporkan bahwa badai itu berpotensi menjadi yang terluas dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 205 juta orang tinggal di wilayah yang menerima peringatan cuaca musim dingin terkait es, salju, atau kondisi ekstrem.
Badai tersebut diperkirakan berdampak pada puluhan kota di seluruh Amerika Serikat, dengan ketebalan salju yang dapat mencapai hingga 20 inci (50,8 cm) di sejumlah lokasi.
Kota-kota yang diperkirakan paling terdampak antara lain New York, Washington, Boston, dan Dallas.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Badai musim dingin terjang AS, listrik padam, banyak penerbangan batal
Baca juga: Badai salju terjang Pantai Timur AS, ribuan penerbangan dibatalkan
“Total pembatalan penerbangan di dalam, menuju, atau dari Amerika Serikat besok mencapai 1.459,” kata portal tersebut merujuk pada pembatalan pada Sabtu (24/1).
Selain itu, sebanyak 103 penerbangan telah dibatalkan untuk Minggu (25/1). Jumlah pembatalan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Sementara itu, ABC News melaporkan sedikitnya 11 negara bagian telah menetapkan status darurat akibat badai tersebut. Negara bagian yang terdampak meliputi Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, Missouri, North Carolina, South Carolina, Tennessee, Texas, dan Virginia.
Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan bahwa badai musim dingin yang signifikan dan berlangsung lama akan membawa salju lebat, hujan es, serta hujan beku yang meluas, dan diperkirakan dapat berlanjut hingga Senin (26/1) waktu setempat.
“Gangguan perjalanan yang meluas, pemadaman listrik berkepanjangan, serta kerusakan besar pada pepohonan sangat mungkin terjadi,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
Badai dengan suhu sangat dingin, angin kencang, dan tingkat dingin yang berbahaya itu diperkirakan akan memengaruhi sebagian besar wilayah Amerika Serikat.
The Washington Post, Jumat (23/1) melaporkan bahwa badai itu berpotensi menjadi yang terluas dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 205 juta orang tinggal di wilayah yang menerima peringatan cuaca musim dingin terkait es, salju, atau kondisi ekstrem.
Badai tersebut diperkirakan berdampak pada puluhan kota di seluruh Amerika Serikat, dengan ketebalan salju yang dapat mencapai hingga 20 inci (50,8 cm) di sejumlah lokasi.
Kota-kota yang diperkirakan paling terdampak antara lain New York, Washington, Boston, dan Dallas.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Badai musim dingin terjang AS, listrik padam, banyak penerbangan batal
Baca juga: Badai salju terjang Pantai Timur AS, ribuan penerbangan dibatalkan




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1491381/original/042380600_1580298862-Persebaya_Surabaya.jpg)