Banjir melanda kawasan permukiman di lima kampung di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten. Polisi menyalurkan bantuan serta bersiaga di lokasi banjir.
Menurut data Polres Serang, Jumat (23/1/2026), banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Susukan dan Cikambuy. Tinggi muka air bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter.
Adapun empat kampung yang terdampak meliputi Kampung Muncel, Bojong Madang, Parungpung, dan Tanggulan di wilayah Desa Pamarayan. Kondisi terparah terjadi di Kampung Muncel dan Kampung Bojong Madang yang sempat terisolasi karena akses jalan utama tertutup genangan air.
Banjir juga menggenangi SMAN 1 Pamarayan dengan ketinggian air 20-40 sentimeter sehingga mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terganggu.
Wakapolres Serang, Kompol Andri Surya K, bersama Kapolsek Pamarayan, AKP Yusuf Ependi, memimpin langsung upaya penanganan awal serta penyaluran bantuan kepada masyarakat. Polisi pun mendirikan dapur umum bagi warga yang terdampak.
"Polres Serang hadir untuk membantu masyarakat. Kami sudah menyalurkan bantuan logistik dan memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi," ujar Andri, Jumat (23/1/2026).
Meski banjir cukup tinggi di sejumlah titik, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Namun pihak kepolisian tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
"Kami tetap memantau perkembangan debit air dan menyiapkan langkah-langkah darurat apabila situasi memburuk," tambahnya.
Polres Serang juga menyiagakan perahu karet untuk membantu mobilitas warga yang hendak melintas di jalan-jalan yang terendam, terutama di wilayah yang akses jalannya terputus.
Sementara itu, Kapolsek Pamarayan AKP Yusuf Ependi mengatakan pihaknya terus melakukan patroli di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan warga serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
(aik/lir)


