TAPANULI UTARA, KOMPAS.TV - Pembangunan 40 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Sibalanga Julu, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.
“Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 80 persen dan ditarget di akhir Januari sudah serah terima dengan korban bencana,” ungkap penanggung jawab huntara PT Haza Gemilang Abadi, Kevin Hasiolan Pasaribu, di Tapanuli Utara, Jumat (23/1/2026), via Antara.
Ia mengatakan setiap huntara berdiri di atas tanah seluas 24 meter persegi dengan konsep rumah tumbuh. Menurut keterangannya, huntara berlokasi sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan.
Kevin menjelaskan, pemerintah dapat mengubahnya menjadi hunian tetap karena ada ruang di depan rumah seluas empat meter yang dapat dikembangkan sebagai hunian tetap.
Baca Juga: AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang: Bukan Hanya Layak, Dilengkapi Fasilitas Pendukung
Ia mengatakan huntara dibangun menggunakan struktur beton dengan mutu K275, yang mana merupakan beton kelas II (menengah) untuk konstruksi struktural.
Ia menambahkan, dinding dibuat dari material yang ringan, kuat, tahan lama, tahan air, api, dan rayap, sementara atap menggunakan baja ringan berkualitas untuk menahan terik matahari dan hujan.
“Meski dibangun cepat, kualitas rumah ini terjamin,” kata Kevin.
Ia menyebut huntara memiliki satu ruang tamu, satu kamar, dan satu kamar mandi.
Menurut keterangannya, saat ini ada tiga unit huntara yang belum berdiri, tetapi perlahan akan direalisasikan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- huntara
- hunian sementara
- tapanuli utara
- huntara tapanuli utara
- bencana sumatera
- huntara adiankoting




