Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan penandatanganan Charter Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan kelanjutan dari proses panjang dialog dan pertemuan sejumlah negara, khususnya negara-negara penduduk mayoritas Muslim terkait situasi di Palestina. Sugiono memastikan badan tersebut tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina.
Penegasan tersebut disampaikan Sugiono setelah Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos. Penandatanganan charter tersebut dilakukan di sela Annual Meeting WEF, Kamis (22/1/2026).
"Penandatanganan Charter dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang merupakan bagian dari proses yang selama ini sudah kita lakukan dalam rangka menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian dan menyelesaikan konflik serta rehabilitasi pascakonflik di Palestina, Gaza, pada khususnya," kata Sugiono dikutip Biro Sekretariat Presiden, Jumat (23/1).
Menurut Sugiono, kesepakatan pembentukan BoP lahir dari tekad bersama untuk melibatkan komunitas internasional secara lebih konkret guna mencapai perdamaian yang bersifat permanen di Gaza. Pertemuan-pertemuan tersebut kemudian berlanjut hingga pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penandatanganan piagam Board of Peace.
"Sebenarnya Board of Peace ini merupakan suatu badan internasional, sekarang resmi jadi badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina," tuturnya.
(eva/isa)




