Emas Tembus US$10.000 di 2030, Harga di Indonesia Bisa Rp5 Juta/Gram!

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas global diperkirakan akan menyentuh US$10.000 per troy ons empat tahun mendatang atau pada 2030. Lalu, berapa perhitungan harga emas per gram di Indonesia mengacu pada proyeksi tersebut?

Satuan harga emas biasanya dihitung menggunakan troy ons, yang setara dengan 31,1 gram. Troy ons menjadi satuan standar perdagangan emas di pasar global.

Dengan asumsi harga emas yang diramal akan menembus US$10.000 per troy ons pada 2030, maka harga per gram emas bisa dibagi dengan 31,1 gram. Hasil dari US$10.000 dibagi 31,1 gram adalah US$321,5 per gram. Artinya, pada 2030 mendatang, harga emas dapat mencapai US$321,5 per gram. 

Mengacu pada nilai tukar saat ini yang bergerak pada kisaran Rp16.800 per dolar AS, maka harga emas pada 2030 dapat mencapai Rp5,4 juta per gram. Harga ini bisa saja berubah, tergantung pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Adapun untuk saat ini, mengacu pada data Bloomberg, harga emas di pasar spot telah mencapai US$4.922 per troy ons atau US$158 per gram. Apabila dikonversi ke kurs rupiah hari ini (kurs Jisdor Rp16.838 per dolar AS), maka harga emas per gramnya mencapai Rp2,66 juta. 

Sementara itu, harga emas Antam hari ini mencapai Rp2,88 juta per gram. Harga emas Antam memang sedikit berbeda dibandingkan harga emas dunia karena sejumlah faktor seperti biaya cetak dan sertifikasi, hingga biaya pajak. 

Baca Juga

  • Pemerintah Cabut IUP Martabe, Cek Produksi Emas United Tractors (UNTR)
  • Merdeka Gold (EMAS) Dikabarkan Bakal Listing di Hong Kong
  • Harga Emas Merangkak Naik, Kian Dekati US$5.000 per Troy Ounces

Di sisi lain, harga emas yang telah mencapai US$4.922 per troy ons di pasar spot, hampir menembus target harga emas dari JP Morgan sebesar US$5.000 per troy ons pada tahun 2026. 

Sebelumnya, Praktisi Pasar Modal dan CoFounder PasarDana Hans Kwee memperkirakan harga emas dapat menembus level US$10.000 per troy ons pada 2030. Dia menjelaskan sejumlah lembaga internasional seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank memperkirakan harga emas masih akan naik 20%.

“Harga emas naik karena pertama, memang tensi geopolitik menyebabkan orang cenderung bergerak [investasi] ke emas,” ujar Hans dalam edukasi wartawan pasar modal, Jumat (23/1/2026).

Di sisi lain, kata Hans, perang tarif yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump merugikan investor, sehingga investor tidak ingin menggenggam dolar dan beralih ke emas. Hal ini menyebabkan bank sentral melakukan pembelian emas. 

Hans menilai kenaikan harga emas bukan hanya karena geopolitik, tetapi juga karena dunia sedang berubah meninggalkan dolar dan menggenggam emas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menjaga Aset Adat, Merawat Ruang Hidup
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Program Magang Nasional diawasi Ketat, Perusahaan Melanggar Bakal Ditegur
• 2 jam laludisway.id
thumb
E-Commerce 2026, Akhir Pesta Bakar Uang
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
AirAsia Hyrox Jakarta dan Kuala Lumpur masuk kalender utama Hyrox 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Longsor di Cisarua Bandung Barat, Korban Tewas Bertambah Jadi 8 Orang
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.