Kolombia Resmi Berlakukan Tarif 30 Persen terhadap Produk Ekuador sebagai Respons Kebijakan Sepihak

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kolombia resmi memberlakukan tarif sebesar 30 persen terhadap sejumlah produk asal Ekuador sebagai langkah balasan atas kebijakan tarif sepihak yang sebelumnya diumumkan oleh pemerintah Ekuador.

Kebijakan Tarif Resmi Diumumkan Pemerintah Kolombia

Menteri Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Kolombia, Diana Morales, mengumumkan pemberlakuan tarif tersebut pada Kamis, 22 Januari 2026.

Keputusan ini diambil hanya sehari setelah Presiden Ekuador, Daniel Noboa, menyatakan bahwa negaranya akan menetapkan tarif 30 persen untuk produk Kolombia mulai 1 Februari mendatang.

"Tarif ini bukanlah sanksi atau langkah konfrontatif, melainkan tindakan korektif yang bertujuan untuk memulihkan keseimbangan perdagangan dan melindungi sektor produktif nasional dari distorsi eksternal," ungkap Morales.

Ia menambahkan bahwa Kolombia dan Ekuador memiliki sejarah hubungan yang dibangun atas dasar kerja sama, dialog, dan saling menghormati.

Namun, menurutnya, keputusan sepihak dari Ekuador telah melanggar prinsip-prinsip tersebut.

Morales menegaskan bahwa kebijakan tarif dari Kolombia bersifat "proporsional, sementara, dan dapat ditinjau kembali."

Ia juga memastikan bahwa langkah ini tidak berarti Kolombia menutup ruang dialog dengan Ekuador.

"Dialog tetap menjadi hal penting untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan," ia mengungkapkan.

Latar Belakang Ketegangan Dagang Kolombia-Ekuador

Presiden Ekuador, Daniel Noboa, pada Rabu, 21 Januari 2026, mengumumkan kebijakan tarif 30 persen untuk produk dari Kolombia dengan alasan defisit perdagangan yang melebihi 1 miliar dolar AS per tahun.

Selain itu, Noboa juga menyinggung kurangnya kerja sama dari Kolombia dalam menangani kelompok-kelompok bersenjata ilegal yang beroperasi di wilayah perbatasan kedua negara.

Menanggapi hal itu, Kolombia mengambil langkah korektif dengan mengenakan tarif terhadap produk ekspor Ekuador yang diperkirakan bernilai lebih dari 250 juta dolar AS.

Kedua negara kini berada dalam situasi perdagangan yang tegang, meskipun kedua belah pihak menyatakan tetap terbuka terhadap dialog diplomatik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lebanon kecam serangan Israel di tengah gencatan senjata
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota DPR Ingatkan Upaya Pemerintah Tertibkan Hutan Harus Bawa Dampak Nyata
• 9 jam laluidntimes.com
thumb
Ciuman Terakhir Reza Arap untuk Lula Lahfah
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Siaga 3, Tinggi Muka Air PA Manggarai Lebih dari 700 Cm
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Sidang Dugaan Korupsi Kredit, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Vonis Bebas Agus Fitrawan
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.