Trump Remehkan Peran Pasukan NATO di Konflik Afghanistan, PM Inggris Geram

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengutarakan kegeramannya atas komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dianggap meremehkan peran pasukan NATO dalam konflik di Afghanistan pada 2001. Starmer menilai, pernyataan Trump tersebut merupakan penghinaan.

Pada Kamis (22/1/2026), Trump sempat menyinggung bagaimana pasukan NATO "agak jauh dari garis depan" saat terjun dalam perang di Afghanistan. Dia pun meragukan NATO "akan berada di sana" jika AS membutuhkannya.

Baca Juga
  • RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Ini Pesan Ekonom
  • Trump Tegaskan Kapal Induk Amerika Menuju Iran, Garda Revolusi: Target Sah
  • Di Davos, Arab Saudi Resmi Dukung Dewan Perdamaian Bikinan Trump

Padahal, tentara Inggris turut bergabung dalam pasukan koalisi NATO saat konflik Afghanistan. Ini membuat Keir Starmer segera merespons pernyataan Trump tersebut.

"Saya menganggap pernyataan Presiden Trump menghina dan terus terang mengerikan," ujar Starmer, Jumat (23/1/2026), dikutip laman BBC.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Starmer, pernyataan Trump telah melukai para tentara yang terluka serta keluarga dari mereka yang tewas saat melaksanakan misi di Afghanistan. Sebanyak 457 tentara Inggris terbunuh ketika mengikuti misi NATO di Afghanistan.

"Saya tidak akan pernah melupakan keberanian, kepahlawanan, dan pengorbanan yang mereka lakukan untuk negara mereka. Ada banyak juga yang terluka, beberapa dengan cedera yang mengubah hidup mereka," kata Starmer.

Oleh sebab itu, Starmer mengekspresikan kekecewaan dan kegusarannya atas komentar Trump terkait pasukan NATO di Afghanistan. "Jika saya salah bicara seperti itu, saya pasti akan meminta maaf," ujarnya.

Trump menyampaikan komentar dengan nada merendahkan peran pasukan koalisi NATO dalam konflik di Afghanistan saat diwawancara Fox News pada Kamis lalu. Dalam wawancara itu, Trump mengeklaim bahwa AS tidak betul-betul membutuhkan NATO.

"Kami tidak pernah membutuhkan mereka. Kami tidak pernah benar-benar meminta apa pun dari mereka," ucapnya.

"Mereka akan mengatakan mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan, dan memang benar, mereka tetap berada sedikit di belakang, sedikit jauh dari garis depan," tambah Trump.

Tak lama pasca-serangan ke gedung World Trade Center (WTC) di Kota New York, AS, pada 11 September 2001, AS mengaktifkan klausul keamanan kolektif NATO. Sejauh ini, hanya pada momen itu klausul keamanan kolektif NATO diaktifkan.

AS kemudian menginvasi Afghanistan untuk menggulingkan Taliban. Washington menuding Taliban melindungi Osama bin Laden dan tokoh-tokoh al-Qaeda lainnya yang terkait dengan serangan 11 September ke Gedung WTC.

Negara-negara NATO menyumbangkan pasukan dan peralatan militer untuk perang yang dipimpin AS. Lebih dari 3.500 tentara koalisi tewas, sekitar dua pertiga di antaranya warga Amerika, hingga tahun 2021, yakni ketika AS menarik diri dari Afghanistan. Inggris menderita jumlah kematian militer tertinggi kedua dalam konflik tersebut setelah AS, yang mencatat 2.461 korban jiwa.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Influencer Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Jaksel
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Kapolda Sulsel Pastikan Pramugari Esther Aprilita Ditemukan Utuh
• 22 jam lalufajar.co.id
thumb
Bocoran Samsung Galaxy S26: Tak Ada Lagi Memori 128GB dan Pilihan Warna Baru Terungkap
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banjir Bandang Terjang Lereng Gunung Slamet, Ratusan Warga Purbalingga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Jasa Marga Siapkan Dua Jalur Tol Fungsional di DIY–Jateng Sambut Lebaran 2026
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.