FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkap kondisi jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S, yang baru saja diserahkan kepada pihak keluarga.
Penyerahan jenazah Esther diterima langsung oleh ayahnya, Adi Saputra, yang datang ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (26/1/2026).
Dikatakan Djuhandhani, pihaknya telah menerima seluruh jenazah korban yang saat ini masih dalam proses penanganan awal oleh tim DVI.
Untuk diketahui, tim DVI terdiri dari tim DVI Bidokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokes Polri, Tim IDEN Polda Sosial, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas.
“Hari ini kita telah menerima dalam bentuk masih dalam kondisi diamankan ataupun dievakuasi oleh rekan-rekan,” ujar Dhuha kepada awak media.
Ia memastikan, kondisi jenazah Esther Aprilita masih utuh saat diterima aparat.
“Untuk saudari Esther Aprilita itu masih dalam kondisi utuh,” jelasnya.
Terkait kondisi korban lain, Djuhandhani menyebut pihaknya baru memperoleh informasi awal dari tim evakuasi di lapangan.
“Kami menjawab juga pertanyaan apakah tujuh (korban lain) juga kondisi seperti apa, kami baru saja menerima dari lapangan, terus evakuasi dalam kondisi terbungkus,” kata dia.
Namun demikian, Djuhandhani menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyampaikan keterangan secara rinci mengenai kondisi para korban. Pasalnya, proses pemeriksaan masih terus berlangsung.
“Tentu saja kami belum bisa menjelaskan secara rinci, karena saat ini tim dari Biddokkes masih bekerja,” kuncinya.
Untuk diketahui, saat ini jenazah Esther telah sampai di bandara Sultan Hasanuddin dan akan diterbangkan ke Bogor, Jawa Barat.
Sebelumnya diberitakan, Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, menyebut bahwa kantong jenazah dengan nomor label post mortem PM.62.B.04 merupakan pramugari pesawat ATR 42-500.
Haris bilang, identitas tersebut dipastikan setelah tim DVI yang terdiri dari tim DVI Bidokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokes Polri, Tim IDEN Polda Sosial, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas melakukan identifikasi.
Hal ini diungkapkan Haris saat ekspose kasus mendampingi Kabasarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan yang lainnya di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026).
“Kami telah menerima satu kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi dengan hasil, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis, cocok dengan nama Esther Aprilita S usia 26 tahun,” ucap Haris kepada awak media.
(Muhsin/fajar)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478784/original/010546900_1768923115-14.jpg)



