Grid.ID - Menkeu Purbaya Yudhi menyoroti nilai tukar rupiah yang sempat melemah belum lama ini. Data terbaru menunjukkan nilainya kembali menguat dan telah meninggalkan level Rp16.900 per dolar AS.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar langsung mendapat sorotan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi. Sebab, rupiah hampir menyentuh nilai Rp17.000 per dolar AS, tepatnya di level Rp16.989.
Alih-alih panik, Purbaya justru menyikapinya dengan santai. Ia pun menaruh harap dan optimis nilainya akan kembali menguat.
"Jadi, tinggal tunggu waktu aja rupiahnya menguat juga, karena supply dolar akan bertambah," ujarnya, dikutip dari Kompas TV.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi nilai tykar rupiah untuk memburuk apabila ada perbaikan dan roda ekonomi nasional berjalan dengan baik. Ia menambahkan, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencetak rekor tertinggi diyakini akan berdampak pada masuknya modal asing.
Rupiah Kembali Menguat
Seperti harapan Menkeu Purbaya, nilai tukar rupiah pada perdagangan kembali menguat pada Jumat (23/1/2026). Nilainya kini meninggalkan level Rp16.900 per dolar AS.
Tercatat, rupiah di pasar spot dibuka ke zona hijau di posisi Rp16.853 per dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 0,25% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.896 per dolar AS. Tak hanya rupiah, mata uang negara Asia lainnya juga menguat.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas yang merupakan Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkap penguatan ini seiring dengan pelemahan indeks dolar AS. Terdapat beberapa faktor dari dalam dan luar negeri yang menyebabkan penguatan.
Faktor dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump yang muncul dari ancaman tarif Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland menjadi faktor utamanya. Doland Trump juga mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan.
"Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Donald Trump menahan diri untuk tidak menyebutkan tarif atau tindakan militer atas Greenland," ujar Ibrahim, dikutip dari Tribunnews.
Menkeu Purbaya ikut menyoroti nilai tukar rupiah yang sempat melemah belum lama ini. Namun data terbaru menunjukkan nilainya kembali menguat dan telah meninggalkan level Rp16.900 per dolar AS. (*)
Artikel Asli



