Menbud Resmikan Gedung Abdullah Kamil sebagai Ruang Ekspresi Budaya

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Kantong kebudayaan Minangkabau diharapkan tumbuh berkelanjutan pasca revitalisasi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan penataan gedung serta aktivasi sarana dan prasarana Gedung Abdullah Kamil sebagai ruang ekspresi dan penguatan ekosistem kebudayaan Minangkabau. Peresmian ini menandai berakhirnya masa vakum gedung tersebut selama 16 tahun pasca kerusakan akibat gempa bumi pada 2007 dan 2009.

Fadli Zon menegaskan Gedung Abdullah Kamil memiliki nilai sejarah sekaligus visi kebangsaan yang kuat sebagai kantong kebudayaan di Sumatera Barat.

“Gedung Abdullah Kamil ini sudah menjadi suatu kantong kebudayaan tersendiri. Setelah vakum dua windu, dengan hadirnya Kementerian Kebudayaan, kami berharap ada langkah-langkah konkret, salah satunya melalui aktivasi penataan sarana dan prasarana,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Januari 2026.

Bangkit Setelah Vakum 16 Tahun

Setelah melalui proses revitalisasi selama satu tahun, Gedung Abdullah Kamil kini kembali diaktifkan untuk berbagai kegiatan kebudayaan. Fadli berharap gedung tersebut dapat menjadi pusat inspirasi dan penggerak kebudayaan Minangkabau.

“Kita berharap mulai saat ini Gedung Abdullah Kamil dapat menjadi salah satu lonceng kebudayaan yang berbunyi semakin keras dan memberikan getaran inspirasi bagi kebudayaan Minangkabau,” katanya.

Amanat Konstitusi Pemajuan Budaya

Menteri Kebudayaan menegaskan pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan peran negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Ini adalah perintah konstitusi yang sangat kuat. Tugas kita bukan hanya memajukan kebudayaan di tingkat nasional, tetapi juga di tengah peradaban dunia, terlebih di era globalisasi,” ujarnya.

Budaya sebagai Soft Power dan Peluang Ekonomi

Fadli Zon menekankan pentingnya membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, mencakup tradisi hingga ekspresi kontemporer seperti seni pertunjukan, sastra, musik, film, dan kuliner.

Menurutnya, kebudayaan juga merupakan kekuatan lunak (soft power) sekaligus peluang ekonomi masa depan.

“Kita harus menciptakan Indonesian Wave seperti Hollywood, Bollywood, dan Korean Wave. Tidak ada negara dengan keberagaman budaya sehebat Indonesia,” tegasnya.

Dorong Kolaborasi dan Kemitraan

Untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan fasilitas budaya, Kementerian Kebudayaan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi seni, sektor swasta, BUMN, hingga filantropi. Berbagai skema kerja sama, termasuk public private partnership dan naming rights, akan dikembangkan.

Gedung Abdullah Kamil diharapkan tumbuh menjadi pusat kegiatan budaya yang berkelanjutan, melengkapi taman budaya, museum, dan cagar budaya di Sumatera Barat, serta berpotensi ditetapkan sebagai cagar budaya di masa mendatang.

“Budaya Minangkabau adalah budaya yang kuat dan panjang tradisinya. Tugas kita adalah memastikan keberlanjutannya dengan menciptakan ekosistem kebudayaan yang hidup dan berkelanjutan,” pungkas Fadli Zon.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PN Medan Gelar Sidang Perdana Kasus Korupsi PTPN - Citra Land
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Wali Kota Bogor soal Pemusnahan Angkot Tua: Sudah Final Sesuai Perda
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Indonesia Bisa Punya Ronaldo dari Liga Australia, Winger Keturunan Medan Buat Geger A-League dan Layak Jadi Opsi Naturalisasi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Dorong Pertumbuhan Sektor Otomotif, BRI Branch Office Otista Region 6/Jakarta 1 Jalin Sinergi Strategis dengan PT Indomobil
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.