Saham BBCA hingga BUMI Jadi Sasaran Jual Asing Sepekan

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Aksi jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik sepanjang sepekan terakhir.

Saham BBCA hingga BUMI Jadi Sasaran Jual Asing Sepekan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Aksi jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik sepanjang sepekan terakhir.

Saham bank Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat menjadi dua emiten dengan tekanan jual asing terbesar.

Baca Juga:
Sempat Sentuh ATH, IHSG Pekan Ini Melemah 1,37 Persen ke 8.951

Berdasarkan data perdagangan, asing mencatat jual bersih (net sell) Rp3,50 triliun sepanjang pekan, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,37 persen dan ditutup di level level 8.951,01 pada Jumat (23/1/2026).

Posisi indeks tersebut menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di 9.174,47 yang sempat disentuh pada perdagangan intraday 20 Januari 2026.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Mixed Tertekan Prospek Kinerja Intel yang Suram  

BBCA menjadi saham dengan nilai jual bersih asing paling besar, mencapai sekitar Rp3,85 triliun dalam sepekan.

Tekanan jual tersebut sejalan dengan pelemahan harga saham BBCA yang turun lebih dari 5 persen ke Rp7.650 per unit dalam periode yang sama.

Baca Juga:
DEWA Realisasikan Buyback 1,04 Miliar Saham, Sisa Dana Rp360 Miliar

Di sektor energi, BUMI juga mencatatkan net sell asing sekitar Rp1,34 triliun, dengan harga sahamnya tertekan hingga lebih dari 12 persen secara mingguan ke posisi Rp360 per unit.

Tekanan serupa terlihat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dilepas asing sekitar Rp419 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang masing-masing mencatat net sell di kisaran Rp310 miliar dan Rp301 miliar.

Tak hanya saham perbankan dan teknologi, aksi jual asing juga menyasar emiten berbasis komoditas. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Timah Tbk (TINS) tercatat masuk daftar saham dengan arus dana asing keluar terbesar, meskipun sebagian di antaranya masih mampu mencatatkan penguatan harga saham secara mingguan.

Koreksi IHSG terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang kembali melemah signifikan terhadap dolar AS, mendekati kisaran Rp16.980-Rp17.000 per dolar AS, atau mendekati rekor terlemah sepanjang sejarah.

Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran geopolitik, tekanan fiskal, serta derasnya arus keluar modal, yang secara keseluruhan menekan sentimen pasar modal domestik. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras Guyur Puncak, Bendung Katulampa Siaga 3
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Nottingham Forest resmi pinjam Lorenzo Lucca dari Napoli
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Situ Jakarta Tersisa 200, DPRD Desak Revitalisasi untuk Cegah Banjir
• 13 jam laludetik.com
thumb
Tangerang Masih Banjir, Walkot Instruksikan Sekolah Adakan PJJ
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Skenario Barcelona Finis Peringkat Delapan Besar Liga Champions, Tak Perlu Lalui Babak Play-off
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.