FAJAR, BARCELONA – Harapan Barcelona menduduki peringkat delapan Liga Champions 2025/2026 kini kembali menyala. Kemenangan meyakinkan 4-2 pada Rabu (21/1) malam menjadi napas baru bagi skuad asuhan Hansi Flick.
Kini, raksasa Catalan tersebut membidik tiket lolos otomatis. Tidak perlu melalui babak play-off yang berisiko menguras tenaga pemain.
Tambahan tiga poin dari laga terakhir mengatrol posisi Blaugrana ke peringkat sembilan klasemen fase grup dengan raihan 13 poin.
Barcelona saat ini berada tepat di ambang batas zona aman delapan besar—zona “privilese” yang memungkinkan tim langsung melenggang ke fase gugur tanpa perlu bertanding di babak tambahan.
Namun, posisi ini jauh dari kata aman. Persaingan di papan tengah sangatlah sengit. Tercatat ada delapan tim dari posisi 6 hingga 13 yang sama-sama mengoleksi 13 poin. Situasi ini membuat laga pamungkas menjadi penentu hidup dan mati.
Skenario Kelolosan Otomatis
Barcelona akan menutup perjalanan fase grup mereka di kandang sendiri saat menjamu Copenhagen. Ada beberapa syarat utama agar Barca bisa menembus posisi delapan besar.
Tentu saja wajib menang. Tiga poin adalah harga mati. Hasil imbang atau kalah hampir dipastikan akan melempar Barca ke babak play-off.
Selain itu juga harus menunggu hasil rival-rivalnya. Barca diuntungkan karena dua tim di atas mereka akan saling bentrok di laga terakhir. Kondisi ini menjamin adanya kehilangan poin di kubu lawan, yang memberikan jalan bagi Barca untuk menyalip.
Dari segi produktivitas gol juga patut diperhitungkan. Dengan selisih gol saat ini di angka +5, Barcelona kalah tipis dari beberapa pesaing langsung.
Jika poin akhirnya sama, jumlah gol akan menjadi pembeda. Oleh karena itu, Robert Lewandowski dkk diharapkan menang dengan skor mencolok.
Mengapa Menghindari Play-off?
Bagi Hansi Flick, menghindari peringkat 9 hingga 24 bukan sekadar soal gengsi, melainkan masalah manajemen skuad. Makanya Barcelona sangat bernafsu mengejar posisi delapan besar.
Jika lolos otomatis, Barcelona akan menghemat dua pertandingan tambahan yang biasanya dijadwalkan di tengah pekan yang padat. Di tengah badai cedera yang baru-baru ini menimpa Pedri, dua laga “bonus” ini bisa menjadi beban fisik yang sangat berat bagi pemain inti.
Dengan kepastian tiket 16 besar di tangan, Hansi Flick bisa lebih leluasa melakukan rotasi pemain di La Liga selama jeda internasional atau pekan-pekan krusial tanpa harus memikirkan laga hidup-mati di kancah Eropa.
Mampu bangkit dari awal musim yang terseok-seok hingga finis di delapan besar akan memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi tim. Flick menyadari bahwa Barcelona belum tampil sempurna sejak laga perdana, namun momentum saat ini sedang berpihak pada mereka.
“Tujuan kami adalah finis di posisi delapan besar. Memang awal kami tidak ideal, namun peluang itu kini ada di tangan kami sendiri. Melewati dua pertandingan lebih sedikit akan sangat membantu pemulihan tim,” ujar Hansi Flick optimis.
Kini, nasib Barcelona akan ditentukan di Camp Nou. Menang melawan Copenhagen bukan hanya soal tiga poin, tapi soal mengamankan jalan pintas menuju kejayaan Eropa. (*)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)



