Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan berhasil mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek sebesar 39,57%. BMKG menilai OMC tersebut cukup efektif.
"Berdasarkan perhitungan sementara, sejak 16-22 Januari CH, hasil perbandingan antara nilai curah hujan hasil prediksi dengan aktualnya terjadi pengurangan curah hujan di wilayah Jabodetabek sebesar -39,57%," kata Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Dia mengatakan modifikasi cuaca telah dilakukan sejak 16 Januari 2026 di wilayah Jabodetabek. Dia mengatakan OMC tersebut mulanya menggunakan satu pesawat Casa TNI AU dan satu pesawat Cessna Caravan dengan Posko di Lanud Halim Perdanakusuma.
"Mulai hari ini, BNPB menambah tiga armada pesawat Cessna Caravan untuk memperkuat pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah DKI, Banten dan Jawa Barat," ujarnya.
"Dua ditempatkan di Halim, satu di Husein Bandung. Jadi untuk hari ini, total ada lima pesawat dari Halim dan Husein," sambung dia.
Budi menjelaskan, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi dampak hujan lebat. Dia mengatakan jumlah sortie akan menyesuaikan dengan eskalasi ancaman cuaca esktrem.
"Jumlah sortie belum bisa ditentukan, menyesuaikan eskalasi ancaman dan luasan potensi daerah terdampak," tuturnya.
"Mulai besok, BPBD Jawa Barat juga akan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan OMC di Posko Husein. Rencana sampai tanggal 29 Januari, sesuai periode ancaman cuaca ekstremnya dari hasil prediksi," imbuh dia.
(amw/lir)




