RI-Prefektur Kagawa Jepang perkuat kerja sama magang

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), memperluas akses magang ke Jepang dengan memperkuat kerja sama ketenagakerjaan bersama pemerintah Prefektur Kagawa.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan penempatan dan penerimaan peserta magang teknis Indonesia ke Jepang.

"Sekaligus memastikan kualitas keterampilan, perlindungan kesejahteraan, keselamatan, kesehatan, dan keamanan peserta selama mengikuti program magang," ujar Anwar.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan memorandum of cooperation (MoC) antara Kemnaker dan Pemerintah Prefektur Kagawa itu menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan pemagangan ke Jepang berjalan lebih terstruktur dan memberikan manfaat nyata bagi peserta magang.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan peserta magang Indonesia berangkat dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri dan bekerja dalam sistem yang lebih tertata serta melindungi mereka," kata Anwar.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak menyepakati penguatan proses pengiriman dan penerimaan peserta magang, pertukaran data dan informasi, kerja sama penyelesaian permasalahan di lapangan, serta fasilitasi pemberdayaan bagi alumni magang teknis setelah menyelesaikan program.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa Ikeda Toyohito mengungkapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan dunia usaha di daerahnya.

"Oleh karena itu, Prefektur Kagawa membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia," ujar Ikeda.

Saat ini, terdapat sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Prefektur Kagawa. Jumlah tersebut mencakup 1.463 peserta magang dan 1.161 pekerja berketerampilan khusus yang berkontribusi di berbagai sektor usaha.

Lebih lanjut, Ikeda juga menyampaikan bahwa mulai April 2027, sistem pemagangan di Jepang akan bertransformasi menjadi sistem pembinaan dan bekerja.

Perubahan ini diharapkan dapat membuat proses masuknya pekerja Indonesia ke Jepang, khususnya ke Prefektur Kagawa, menjadi lebih terbuka.

Baca juga: Menaker tekankan penguatan tata kelola program magang RI-Jepang

Baca juga: Indonesia-Jepang berkolaborasi perkuat inovasi pengantar kerja

Baca juga: Kemnaker ajak lulusan SMK kejar peluang jadi SSW di Jepang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gandeng Koelnmesse, Amara Group Gabungkan 4 Pameran Furniture dalam 1 Platform
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Risiko Banjir Meningkat, Begini Proses dan Syarat Klaim Asuransi Mobil
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Fraud, Polri Sita Barang Bukti 
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Lula Lahfah Meninggal di Apartemen, Polisi Temukan Obat dan Surat Rawat Jalan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Menjaga ruang digital bersama
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.