Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan harapannya agar tidak terjadi eskalasi militer di Iran di tengah meningkatnya ketegangan domestik dan internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan menegaskan perhatian PBB terhadap situasi Iran yang dilanda gelombang protes.
Farhan Haq menyatakan PBB juga mencermati meningkatnya retorika Amerika Serikat terkait perkembangan situasi di Iran.
“Semua upaya perlu dilakukan untuk menghindari eskalasi,” ungkap Farhan Haq.
Ia menambahkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB berulang kali menekankan kawasan Timur Tengah tidak mampu menanggung eskalasi konflik baru.
Seruan Diplomasi dan Kekhawatiran RegionalPBB menilai eskalasi militer di Iran berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Farhan Haq menegaskan bahwa PBB secara konsisten percaya penyelesaian situasi di Iran harus ditempuh melalui jalur diplomasi.
Menurut PBB, seluruh resolusi terkait Iran, termasuk isu program nuklir, harus ditangani melalui proses negosiasi.
Pernyataan AS dan Respons IranPada akhir Desember, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara tersebut terus mengembangkan program rudal dan nuklirnya.
Di tengah gelombang protes di Iran, Trump juga melontarkan ancaman serangan dahsyat yang dikaitkan dengan kemungkinan jatuhnya korban jiwa di kalangan pengunjuk rasa.
Trump menyatakan akan mendukung rakyat Iran jika diperlukan dan menilai Republik Islam Iran membutuhkan kepemimpinan baru.
Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan peringatan tegas.
Pezeshkian menyatakan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sama dengan perang skala penuh terhadap Iran.
Situasi tersebut menambah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di tengah kondisi domestik Iran yang belum stabil.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481229/original/078401600_1769082325-Bali_United_Vs_Semen_Padang.jpg)