REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan terjadinya bencana longsor di Kampung Babakan, RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/1/2026) malam. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut.
Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, longsor mengakibatkan sedikitnya 30 rumah warga terdampak dan tertimbun material tanah. Hingga Sabtu (24/1/2026), petugas masih melakukan pendataan serta upaya pencarian korban.
- BMKG Prediksi Sepekan ke Depan Jabar Dilanda Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Waspada
- BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem di Jabar Sepekan ke Depan
- Faktor Pemengaruh Curah Hujan Ekstrem Guyur Jabodetabek Menurut BMKG
“Kurang lebih 30 rumah terdampak dan tertimbun longsoran,” kata Hadi.
Ia menambahkan, hingga saat ini tiga orang telah ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 10 orang lainnya diduga masih tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
“BMKG mengimbau masyarakat waspada karena pada periode 23 hingga 29 Januari diperkirakan terjadi peningkatan curah hujan di Jawa Barat,” kata Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Jumat.
Teguh meminta masyarakat melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari agar tetap aman. Mengingat cuaca bersifat dinamis, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap perubahan kondisi cuaca.
Ia menjelaskan, dalam sepekan ke depan terdapat peningkatan pertumbuhan awan hujan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, disertai angin kencang serta petir atau kilat.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat antara lain Bandung Raya, Cianjur, Kabupaten Subang, Sukabumi, Priangan Timur, serta Cirebon, Kuningan, dan Indramayu.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari instansi resmi,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Maret. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana yang menyertainya.




