Bisnis.com, SOLO - Max Auto menegaskan bahwa segmentasi pasar yang dilayani Maxride di Solo berbeda dengan ojek online (ojol).
Menurut rilis yang diterima Bisnis pada Sabtu 24 Januari 2026, layanan Max Auto lebih mengarah pada penggunaan kendaraan roda dua dan roda tiga (Bajaj) yang memiliki karakteristik tersendiri, baik dari sisi kapasitas, fungsi, maupun fleksibilitas penggunaan.
Lebih dari sekadar kendaraan umum, Bajaj juga berperan sebagai kendaraan niaga dan operasional.
Pengalaman di Yogyakarta menunjukkan bahwa banyak hotel, kawasan wisata, dan area komersial yang telah membeli unit Bajaj untuk digunakan sebagai shuttle tamu, transportasi internal kawasan, hingga angkutan barang operasional.
Model pemanfaatan ini juga dinilai relevan untuk diterapkan di Kota Solo, yang memiliki banyak area wisata, kawasan budaya, dan pusat aktivitas masyarakat.
Bukan untuk MenggantikanLebih lanjut, Max Auto menyampaikan bahwa kehadiran Bajaj Maxride di Solo bukan untuk menggantikan moda transportasi yang sudah ada, melainkan untuk mendukung keberagaman pilihan transportasi.
Baca Juga
- Strategi Bajaj Maxride Bantu Pemkot Atasi Pengangguran di Solo
- Melihat Seberapa Ramah Bajaj RE untuk Pelaku UMKM dan Pariwisata di Kota Solo
- Bajaj Online Maxride Lanjutkan Ekspansi di Sulsel, Palopo Jadi Kota ke-5
Dengan ekosistem transportasi yang saling melengkapi, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak opsi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Antonio Gratiano General Manager Bajaj Maxride menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap memberikan layanan operasional demi kepentingan warga masyarakat Kota Solo.
Karena berdasarkan pemantauan mereka di berbagai lini masa sosial media, cukup banyak warga Solo yang mendukung dan berharap Max Auto dapat tetap melayani mereka di kota Solo.
"Hal ini kami dapatkan dari hasil pemantauan langsung sentimen positif dari pengguna Bajaj Maxride di berbagai konten terkait Bajaj baik itu yang diterbitkan oleh pihak internal maupun pihak eksternal Bajaj," katanya.
Sebagai platform transportasi, Bajaj Maxride juga menegaskan komitmennya sebagai layanan yang inklusif dan terbuka untuk kolaborasi.
Perusahaan membuka pintu selebar-lebarnya bagi driver ojek online yang ingin mendaftar sebagai mitra driver Bajaj Maxride.
"Kita membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada driver Ojol ingin mendaftar menjadi driver Bajaj karena kami ingin membuktikan bahwa kami bukan moda transportasi yang eksklusif, melainkan kami Inklusif dan selalu ingin bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lainnya di setiap kesempatan," ia menambahkan.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya puluhan driver ojek online atau ojol yang tergabung dalam komunitas Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Soloraya melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Solo, Kamis (22/1/2026).
Mereka mendesak Wali Kota Solo Respati Ardi menerbitkan Surat Keputusan atau SK larangan kendaraan roda tiga seperti bajaj beroperasi mengangkut penumpang di Kota Solo.





