Jalan Kembangan Selatan Masih Banjir, Laju Kendaraan Melambat

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir masih menggenangi Jalan Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).

Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut tidak terlalu padat, tapi tersendat.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, kendaraan yang melintas harus melaju dengan kecepatan rendah dan bergantian, terutama kendaraan roda empat.

Sementara itu, pengendara sepeda motor tampak lebih berhati-hati.

Baca juga: Jakarta Barat Masih Banjir, Pengendara Motor Lewat Jalan Tol

Sebagian dari mereka memilih mematikan mesin dan menuntun kendaraannya untuk menghindari kerusakan akibat menerobos genangan.

Meski demikian, banjir yang merendam sepanjang sekitar 150 meter ruas jalan tersebut justru menarik perhatian warga sekitar.

Sejumlah warga memanfaatkan situasi dengan beragam aktivitas, mulai dari anak-anak yang bermain air, warga yang berjualan di pinggir jalan, hingga ada yang berkaraoke dan melakukan siaran langsung di media sosial.

Salah satu warga Kembangan, Bambang (48), mengatakan ketinggian air saat ini sudah berangsur surut dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Jam 04.30 WIB air masih sebetis. Kemarin sempat sampai sepinggang, tapi sekarang sudah surut,” ujar Bambang saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu.

Menurut Bambang, banjir kali ini tergolong cepat surut karena intensitas hujan menurun dan tidak adanya kiriman air dari wilayah hulu.

“Jadi enggak lagi tinggi dan enggak ada kiriman air dari Bogor,” kata dia.

Baca juga: Update Banjir Jakarta Sabtu Pagi: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang

Meski begitu, Bambang menyebut masih ada titik genangan dengan ketinggian cukup tinggi.

“Sekitar 150 meter masih tergenang, tingginya sekitar 90 sentimeter,” imbuh dia.

Namun, saat ini kendaraan sudah dapat melintas meski harus ekstra hati-hati.

“Sekarang mobil dan motor sudah bisa lewat. Kalau semalam masih tinggi, jadi banyak yang mogok,” kata Bambang.

Bambang menyebut, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak beberapa tahun terakhir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Maka dari itu, dia berharap ada tindakan dari pemerintah agar banjir serupa tidak lagi terjadi mengingat kondisi cuaca ekstrem belum berakhir.

“Terakhir banjir besar itu tahun 2020. Tapi sekarang ini yang paling gede banjirnya setelah itu. Semoga ada penanganan yang lebih baik biar nantinya aktivitas warga tetap lancar," ucap dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters 2026, Ini Hasilnya!-Dunia Olahraga
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bursa Transfer BRI Super League: Persik Berpisah dengan 2 Pemain Impor
• 23 jam lalubola.com
thumb
121 RT dan 16 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ini Titiknya
• 22 jam laludetik.com
thumb
Wali Kota Bogor soal Pemusnahan Angkot Tua: Sudah Final Sesuai Perda
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
• 9 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.