Bisnis.com, JAKARTA - Usaha pemulihan lingkungan di area bekas (eks) lahan tambang harus memperoleh perhatian khusus dari pemangku kebijakan, hingga seluruh masyarakat.
Perhatian khusus tersebut, dimaksudkan agar kondisi lingkungan yang selama ini mengalami eksploitasi dapat kembali pulih, aman, serta memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
Ketua Umum Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), Eko Wiwid mengatakan dampak kerusakan lingkungan tampak dari sejumlah bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Oleh karena itu, upaya penghijauan dan pemulihan lingkungan di fase pasca pertambangan harus menjadi prioritas,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Seiring dengan pentingnya upaya penghijauan dan pemulihan lingkungan di area bekas tambang, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis), Yayasan 70 Go Green, dan Komunitas Vespa 60S, RIMBA melakukan penanaman simbolis 500 tunas pohon dengan tajuk: ‘Pemulihan Ekologi Kawasan Jatigede Sumedang’.
Eko menjelaskan, penanaman 500 tunas pohon di lahan seluas 50 hektar eks tambang galian C Gunung Julang, Blok Pasir Ingkik, Sumedang, Jawa Barat itu, menjadi simbol bahwa menjaga alam merupakan tanggungjawab bersama, melampaui jabatan, latar belakang, dan kepentingan.
Baca Juga
- Satgas PKH Kuasai Lahan Tambang 1.699 Ha PT AKT di Kalteng, Potensi Denda Rp4,2 Triliun
- Bahlil Pastikan Pencabutan Izin Tambang Agincourt Lewat Kajian Mendalam
- Urusan Tambang di Bogor Kusut, KDM: Hampir Semuanya Pemain
“Kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus dilakukan untuk menjaga alam dan menjadi ajang silaturahmi tanpa melihat latar belakang,” imbuh Eko.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodiklat TNI AD, Letjen TNI Mohamad Hasan, berharap kegiatan hasil kolaborasi dan sinergi dari banyak pihak ini mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam (SDA).
“Karena setiap lubang yang ditanam adalah doa. Setiap pohon adalah janji untuk generasi yang akan datang,” kata Hasan.
Sementara itu, Kepala BBWS Cimancis Dwi Agus Kuncoro mengatakan kegiatan ‘Pemulihan Ekologi Kawasan Jatigede Sumedang’ dapat mengembalikan tutupan vegetasi, menahan erosi, hingga memperbaiki fungsi hidrologi.
“Kegiatan ini juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Dwi.




