Longsor di Bandung Barat: 89 Warga Diduga Tertimbun, DPR Desak Basarnas Gerak Cepat

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Tanah longsor terjadi di Kampung Babakan, Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026), menimbun 89 warga dan menewaskan lima orang.
  • Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Basarnas dan BNPB memprioritaskan penyelamatan korban dengan mengutamakan keselamatan petugas.
  • Rentetan bencana hidrometeorologis mendorong perlunya peningkatan kesiapsiagaan pemerintah dan kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem.

Suara.com - Bencana tanah longsor melanda Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026).

Peristiwa memilukan ini mengakibatkan 89 warga diduga tertimbun material longsor, sementara lima orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah.

Merespons kejadian itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendesak Basarnas, BNPB, dan aparat gabungan untuk segera melakukan langkah penyelamatan yang masif dan terukur. Huda menekankan bahwa prioritas saat ini adalah menemukan korban yang masih tertimbun.

"Kami meminta Basarnas, BNPB, dan seluruh aparat gabungan segera melakukan pencarian dan upaya penyelamatan maksimal. Fokus utama adalah menyelamatkan nyawa. Kita semua berharap masih ada korban yang bisa dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan," ujar Syaiful Huda kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Meski menuntut kecepatan dalam evakuasi, Politikus PKB ini juga mengingatkan agar tim di lapangan tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan kondisi tanah yang belum stabil, risiko longsor susulan harus tetap diwaspadai agar tidak memakan korban baru dari pihak penyelamat.

"Petugas harus sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana. Mitigasi risiko saat proses evakuasi sangat penting agar tidak ada korban tambahan akibat tanah yang masih labil," lanjutnya.

Lebih lanjut, legislator asal Jawa Barat ini menyoroti tren bencana hidrometeorologis yang belakangan melanda berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera bagian utara hingga Jawa Barat.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda. (Suara.com/Bagaskara)

Menurutnya, rentetan bencana ini harus menjadi pengingat bagi pemerintah di semua tingkatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca Juga: Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi

"Musibah beruntun ini menjadi keprihatinan kita bersama. Situasi ini mengharuskan semua level pemerintahan, hingga ke level desa, untuk selalu waspada. Koordinasi antarlini harus diperketat agar peringatan dini dari BMKG bisa tersampaikan dengan cepat ke masyarakat," tegas Huda.

Lebih lanjut, Syaiful Huda mengimbau masyarakat luas, terutama yang bermukim di daerah rawan bencana seperti lereng perbukitan dan pinggiran sungai, untuk lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut.

"Cuaca ekstrem masih mengintai. Kami menghimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama, segera lakukan langkah preventif guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saat Bos OJK Sebut WNI di Kamboja Bukan Korban TPPO tapi Scammer
• 3 jam laludetik.com
thumb
Profil Lula Lahfah Ditemukan Meninggal Dunia, Seorang Selebgram Multitalenta Sekaligus Kekasih Reza Arap
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Gunung Merapi Kembali Mengeluarkan Awan Panas Guguran
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Resmi Jabat Ketua Nasdem Sulawesi Selatan, Cicu Sekretaris
• 20 jam lalufajar.co.id
thumb
Lula Lahfah Meninggal: Tak Ada Tanda Kekerasan, Ditemukan Obat dan Surat Dokter
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.