Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan peran penting program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menekan angka putus sekolah di Indonesia. Bahkan, kata dia, tidak sedikit anggota dewan yang merupakan lulusan Paket C, jalur pendidikan setara SMA di luar sekolah formal.
“Banyak anggota dewan yang juga lulusan Paket C,” kata Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.
Advertisement
Pernyataan ini disampaikan Abdul Muti saat merespons pertanyaan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati terkait perlunya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang tidak terjangkau jalur formal.
Dia juga bercerita soal kunjungan PKBM yang ada di Majalengka, Jawa Barat. Abdul Mu’ti mengatakan bahwa satu PKBM mampu menampung lebih dari 300 peserta didik, dengan mayoritas mengikuti program kesetaraan Paket C atau setara SMA.
“Saya baru pulang dari Majalengka, ada PKBM yang dikelola oleh temannya Pak Lalu. Ternyata sampai ratusan, 300-an lebih. Dan yang paling banyak itu Paket C,” ujarnya.



