LONDON, KOMPAS.TV - Pangeran Harry mengamuk usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meremehkan peran NATO di perang Afghanistan.
Duke of Sussex menegaskan bahwa pengorbanan tentara NATO harus diungkapkan dengan jujur dan penuh rasa hormat.
Apalagi, ia juga sempat dua kali bertugas Afghanistan saat bergabung dengan militer Inggris.
Baca Juga: Trump Remehkan Peran NATO dalam Perang Afghanistan, Inggris Murka: Penghinaan Terbesar
“Saya bertugas di sana. Saya memiliki teman akrab di sana, dan saya juga kehilangan teman di sana,” kata Pangeran Harry, Jumat (23/1/2026), dikutip dari BBC.
Ia juga mengungkapkan penghormatannya kepada tentara NATO yang terbunuh dalam konflik di sana, termasuk 457 tentara Inggris.
Sebelumnya Trump meremehkan peran NATO di perang Afghanistan dengan mengatakan aliansi tersebut agak menjauh dari garis depan.
Pernyataan Trump pun memantik kemarahan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dengan menyebutnya sebagai “penghinaan yang mengerikan”.
Inggris dan negara NATO lainnya bergabng dengan AS di Afghanistan setelah klausul keamanan kolektif NATO diaktifkan menyusul serangan 9/11.
Pangeran Harry pun menegaskan bahwa banyak kehidupan yang terdampak dalam perang di Afghanistan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : BBC
- donald trump
- pangeran harry
- nato
- meremehkan nato
- perang afghanistan




