Banjir Bandang Terjang Bumiayu Brebes, 11 Rumah Hanyut Terbawa Arus Sungai

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Brebes, VIVA – Banjir bandang kembali menerjang wilayah Bumiayu, Brebes Jawa Tengah, Jumat, 23 Januari 2026, tengah malam. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, banjir bandang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, menyebabkan 11 rumah warga hanyut terbawa derasnya arus sungai Keruh.

Selain rumah warga, banjir bandang juga menyebabkan puluhan bangunan lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat beragam. Kerusakan terparah terjadi di RW 01 Desa Dukuhturi, tebing sungai ambrol sepanjang belasan meter. 

Baca Juga :
Sejumlah Rute TransJakarta Dialihkan Imbas Banjir, Ini Daftarnya
Banjir Karawang Makin Parah Terjang 20 Kecamatan, Bupati Desak Warga Mengungsi

Di wilayah ini, rumah-rumah warga di beberapa RT tak hanya rusak berat, tetapi juga hilang tersapu arus sungai yang datang tiba-tiba.

Di Desa Kalierang, tepatnya Dukuh Krajan I, banjir bandang Sungai Keruh berdampak pada 11 rumah warga. Sementara di Desa Adisana Kecamatan Bumiayu, dua rumah warga turut rusak akibat terjangan arus. 

Dampak terluas tercatat di Desa Penggarutan, dengan total 56 bangunan terdampak, termasuk rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga tempat ibadah.

Warga yang rumahnya hilang dan mengalami rusak berat kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bahkan, sebagian besar menumpang di rumah kerabat. Mereka hanya sempat menyelamatkan diri, tanpa mampu menyelamatkan harta benda.

Sekda Brebes, Tahroni mengatakan, saat ini pihak Pemkab Brebes telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

 "Banjir bandang ini tidak hanya merusak rumah warga, ada juga fasilitas pendidikan dan bangunan penting lainnya. Penanganan darurat saat ini sudah kami lakukan, " kata Tahroni, Sabtu, 24 Januari 2026.

Tahroni menjelaskan banjir bandang Sungai Keruh bukan semata dipicu cuaca ekstrem. Menurutnya, kondisi daerah hulu sungai di lereng Gunung Slamet yang semakin gundul turut memperparah dampak terjadinya banjir bandang.

 "Ini bukan hanya soal hujan deras. Kondisi hulu yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya sangat berpengaruh. Diperlukan kesadaran dan kerja sama semua pihak untuk mengembalikan fungsi lingkungan," jelas Tahroni.

Pemkab Brebes, lanjut Tahroni, akan berkoordinasi dengan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah serta pihak terkait untuk penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Keruh secara lebih menyeluruh.

Baca Juga :
BPBD: Banjir Masih Genangi 90 RT dan 9 Ruas Jalan di Jakarta pada Sabtu Pagi
BMKG: Hujan Lebat Masih Mengintai Jabodetabek Sepekan ke Depan
1.349 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir, Berikut Sebaran Wilayahnya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa SD di Tanah Datar Belajar di Tenda Darurat Setelah Tembok Ambruk
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
PPPK Paruh Waktu & Honorer Tidak Menolak MBG, Hanya Minta Presiden Bersikap Adil
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Tembus Final Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan: Tidak Pernah Terbayangkan
• 6 menit laluviva.co.id
thumb
Peneliti Pukat UGM soal Motif Dugaan Korupsi Bupati Pati: untuk Modal Politik Tak Bisa Dinafikan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
THR TPG Cair Bulan Apa? Simak Informasi Lengkapnya
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.