BMKG mengumumkan Bibit Siklon Tropis 91S yang terbentuk pada 21 Januari telah menguat dan berkembang menjadi Siklon Tropis Luana. Sistem badai ini terbentuk pada 24 Januari pukul 01.00 WIB.
“Saat ini, posisinya berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta, sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” kata BMKG, Sabtu (24/1).
TCWC (Tropical Cyclone Warning Centre) Jakarta adalah Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis yang dikelola BMKG untuk memantau dan memberi peringatan dini terkait bibit maupun siklon tropis di wilayah Indonesia.
Lebih lanjut BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Luana menurun menjadi Low dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Dampak Luana bagi Cuaca dan Perairan IndonesiaBMKG menjelaskan, Siklon Tropis Luana memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, yaitu:
Hujan sedang–lebat
• Nusa Tenggara Timur
Angin kencang
• Jawa Tengah bagian timur
• Jawa Timur
• Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur
Gelombang Sedang (1,25–2,5 m)
• Perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
• Laut Jawa bagian timur
• Laut Bali
• Laut Sumbawa
• Laut Flores
• Selat Bali
• Selat Lombok
• Selat Alas
• Selat Sape
• Laut Arafuru bagian barat
Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 m)
• Perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur
• Laut Sawu
• Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat
Gelombang Sangat Tinggi (4,0 – 6,0 m)
• Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur





