Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban terakhir kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1) pagi. Dengan penemuan tersebut, seluruh korban yang berjumlah 10 orang dinyatakan telah ditemukan setelah tujuh hari operasi pencarian.
Korban terakhir ditemukan pada pukul 09.16 Wita oleh tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam unsur SAR gabungan. Lokasi penemuan berada di area tebing curam yang berbatasan langsung dengan aliran air pegunungan.
Advertisement
Medan di Pegunungan Bulusaraung sejak awal menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi. Lereng terjal, jurang dalam, serta batu-batu besar yang tersebar di sepanjang tebing membuat tim SAR tidak dapat bekerja dengan metode biasa dan harus menerapkan teknik khusus.
Dalam beberapa kesempatan, personel SAR harus bergelantungan dari helikopter untuk mencapai lokasi. Dengan bantuan tali penyelamat, petugas satu per satu menuruni tebing curam secara perlahan. Setiap pergerakan dilakukan dengan perhitungan matang mengingat risiko keselamatan yang tinggi.
Evakuasi korban dan serpihan pesawat dilakukan menggunakan metode penarikan dengan tali, kemudian diangkat secara bertahap ke helikopter. Kondisi medan yang sempit dan licin mengharuskan tim bekerja ekstra hati-hati. Petugas kerap berhenti untuk memastikan kestabilan pijakan di antara batu-batu besar yang rawan longsor.
Selain medan ekstrem, cuaca pegunungan yang cepat berubah turut menjadi kendala. Kabut tebal beberapa kali menurunkan jarak pandang, sementara hujan membuat permukaan tebing semakin licin dan berbahaya.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian meski dihadapkan pada berbagai rintangan alam. Hingga akhirnya, seluruh korban serta properti penting pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan.



