Jakarta, tvOnenews.com - Rezeki merupakan salah satu karunia telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Hud Ayat 6, Allah SWT berfirman:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)." (QS. Hud, 11:6).
Dalam pembahasan ini, sebagian orang telah ditetapkan mendapat banyak rezeki. Namun banyak kasus bahwa, mereka mengaku sama sekali tidak merasakan keberkahan dari Allah SWT.
Pendakwah ternama, Habib Novel Alaydrus menyoroti fenomena memiliki banyak rezeki tetapi tidak terasa sama sekali. Hal itu membuat sebagian orang mukmin bingung dan bertanya-tanya.
"Sekarang banyak yang berkeluh kesah, banyak mengeluhkan seperti punya pasangan hidup seperti enggak punya, punya harta, punya uang sekejap lenyap, ataupun merasa tersisa tidak dapat dirasakan," ujar Habib Novel Alaydrus dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Novel Muhammad Alaydrus, Sabtu (24/1/2026).
Penyebab Rezeki Tidak Dapat Terasa- Pexels/Ahsanjaya
Habib Novel Alaydrus memahami betul dengan orang-orang walaupun kelimpahan banyak harta dan rezeki, tetapi hati mengatakan tidak merasakan nyaman sama sekali.
Menurut Habib Novel Alaydrus, penyebab rezeki sulit dirasakan sangat simpel. Orang yang diterpa fenomena tersebut akibat kehilangan keberkahan.
"Kenapa semua itu terjadi? Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada seseorang mengalami semua itu? Jawabannya adalah kehilangan barokah," ungkap Habib Novel Alaydrus.
Habib Novel melihat orang yang gelisah terhadap rezekinya menunjukkan sulit menggunakan keberkahan. Bahkan ada yang sama sekali tidak memperoleh berkah dalam hidupnya.
"Gimana caranya mengembalikan berkah itu ke rumah kita? Bagaimana cara mengembalikan ke pasangan hidup, rumah tangga, harta, anak, dan segala aspek kehidupan kita? Sehingga kita bisa merasakan nikmatnya hidup yang dirasakan orang-orang terdahulu dengan segala kesederhanaannya," tuturnya.



