GenPI.co - Siswa dari keluarga kurang mampu di Inggris menghadapi tantangan besar untuk masuk ke sekolah menengah unggulan.
Studi dari Universitas Bristol menemukan bahwa peluang mereka jauh lebih rendah ketimbang siswa dari keluarga mampu.
Hanya 18 persen siswa kurang mampu yang berhasil masuk sekolah dengan efektivitas tinggi, sementara siswa dari keluarga lebih mampu mencapai 25 persen.
Temuan ini menyoroti kesenjangan yang signifikan dalam akses pendidikan berkualitas di Inggris.
Studi juga menemukan bahwa siswa yang berasal dari keluarga sangat mampu memiliki peluang 40 persen untuk diterima di sekolah menengah unggulan.
Sebesar 88 persen sekolah menengah menggunakan lokasi geografis seperti wilayah cakupan dan jarak dari rumah ke sekolah untuk menentukan siswa yang diterima.
Penulis utama studi Profesor Simon Burgess mengatakan sebagian besar siswa di Inggris tinggal cukup dekat dengan sekolah unggulan.
"Namun, data unik kami menunjukkan dengan jelas bagaimana kriteria penerimaan berbasis lokasi secara tidak langsung mengecualikan sejumlah siswa tertentu," ujarnya, dilansir PA Media, Jumat (23/1).
Burgess menyebut proses ini bukan kebetulan. Siswa yang tinggal di lingkungan lebih miskin kehilangan akses ke sekolah unggulan, sementara siswa dari daerah kaya justru sangat diuntungkan.
Studi yang didanai Nuffield Foundation ini menganalisis data dari 2019, mencakup 550.000 siswa dan 3.250 sekolah.
"Sekolah unggulan menghasilkan premi harga rumah yang substansial di wilayah cakupannya, sehingga kriteria penerimaan ini merugikan siswa dari keluarga miskin," tuturnya.
Sekretaris Jenderal Serikat Sekolah NAHT Paul Whiteman mengatakan pemerintah sebaiknya fokus menangani penyebab ketidakberuntungan yang berada di luar kendali sekolah.
"Kriteria penerimaan yang merugikan kelompok siswa tertentu harus dihapus. Hal ini penting untuk memastikan kesempatan yang sama bagi semua keluarga," ujarnya. (*)
Video viral hari ini:



