Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (24/1). Stasiun Meteorologi Yogyakarta menyebut kondisi ini dipicu dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana di sekitar pantai barat laut Australia, yang memengaruhi dinamika angin di lapisan udara atas.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan angin kencang terjadi akibat aktivitas angin di lapisan 925 mb yang bergerak di sekitar wilayah Jawa, terutama berdampak pada wilayah dengan topografi cukup tinggi.
“Angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman seperti di Kepanewon Pakem dan sekitarnya dipicu oleh aktivitas angin kencang di lapisan udara atas yakni 925 mb (762 meter) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10 – 45 Knots (18 - 83 km/jam),” kata Warjono dikonfirmasi Pandangan Jogja, Sabtu (24/1).
“Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis ‘Luana’ di sekitar pantai barat laut Australia, sehingga dataran yang bertopografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut,” tambahnya.
BMKG menyatakan fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang dan kerusakan ringan bangunan. Potensi angin kencang diperkirakan masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.
“Fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang dan kerusakan ringan bangunan. Hingga 3 hari ke depan masih ada potensi,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan serta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang rentan saat angin kencang terjadi.




