AS Resmi Keluar dari WHO, Peran Lembaga Kesehatan Global Dipertanyakan

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan pemerintahan Presiden Donald Trump menilai lembaga PBB tersebut gagal menangani pandemi Covid-19.

Trump sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan penarikan diri dari WHO pada hari pertama masa jabatannya pada 2025 melalui perintah eksekutif.

Dalam siaran pers bersama Departemen Kesehatan dan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip dari Reuters pada Sabtu (24/1/2026) pemerintah menyatakan AS hanya akan berinteraksi secara terbatas dengan WHO untuk memfasilitasi proses penarikan diri tersebut.

“Kami tidak berencana berpartisipasi sebagai pengamat dan tidak ada rencana untuk bergabung kembali. Ke depan, AS berencana bekerja langsung dengan negara lain, bukan melalui organisasi internasional, dalam pengawasan penyakit dan prioritas kesehatan publik lainnya," ujar seorang pejabat senior kesehatan pemerintah AS. 

Berdasarkan hukum AS, pemerintah diwajibkan memberikan pemberitahuan satu tahun serta melunasi seluruh tunggakan iuran—sekitar US$260 juta—sebelum resmi keluar dari WHO.

Namun, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS membantah bahwa undang-undang tersebut mensyaratkan pembayaran dilakukan sebelum penarikan diri.

Baca Juga

  • Amerika Serikat Resmi Keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
  • Presiden Brasil Lula: Dewan Perdamaian Trump Ancaman bagi Multilateralisme
  • Uni Eropa Soroti Dewan Perdamaian Trump, Dinilai Menyimpang dari Mandat PBB

“Rakyat Amerika telah membayar lebih dari cukup,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan tertulis.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) dalam dokumen yang dirilis Kamis menyatakan pemerintah telah menghentikan kontribusi pendanaan kepada WHO. 

Trump disebut menggunakan kewenangannya untuk menangguhkan transfer sumber daya pemerintah AS ke WHO, dengan alasan organisasi tersebut telah merugikan AS hingga triliunan dolar.

Bendera AS dilaporkan telah diturunkan dari depan kantor pusat WHO di Jenewa pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat, menurut sejumlah saksi.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS juga bergerak keluar dari sejumlah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lainnya. Sejumlah pihak menilai inisiatif Board of Peace yang baru diluncurkan Trump berpotensi melemahkan peran PBB secara keseluruhan.

Beberapa pengkritik WHO bahkan mengusulkan pembentukan lembaga baru sebagai pengganti. Namun, dokumen usulan yang ditinjau pemerintahan Trump tahun lalu justru merekomendasikan AS mendorong reformasi dan kepemimpinan Amerika di tubuh WHO.

Peluang Kembali Dinilai Kecil

Selama setahun terakhir, banyak pakar kesehatan global mendesak agar keputusan tersebut ditinjau ulang, termasuk Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO juga menyatakan AS belum membayar iuran untuk tahun 2024 dan 2025. Isu penarikan diri AS akan dibahas dalam rapat dewan eksekutif WHO pada Februari mendatang, kata juru bicara organisasi tersebut.

“Ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum AS. Namun Trump sangat mungkin lolos dari konsekuensi,"kata Lawrence Gostin, Direktur Pendiri O’Neill Institute for Global Health Law di Universitas Georgetown.

Ketua Gates Foundation Bill Gates, salah satu pendonor utama inisiatif kesehatan global dan program WHO, mengatakan kepada Reuters di Davos bahwa ia tidak memperkirakan AS akan mengubah keputusan dalam waktu dekat.

“Kami tetap akan mendorong AS untuk kembali bergabung. Dunia membutuhkan WHO,” ujar Gates.

Dampak Penarikan AS

Keputusan AS keluar dari WHO memicu krisis keuangan yang memaksa organisasi tersebut memangkas separuh tim manajemen dan mengurangi skala kerja, termasuk pemotongan anggaran di berbagai unit.

Selama ini, AS merupakan kontributor terbesar WHO dengan porsi sekitar 18% dari total pendanaan. WHO juga berencana memangkas sekitar seperempat jumlah pegawainya hingga pertengahan tahun ini.

WHO menyatakan telah bekerja sama dan berbagi informasi dengan AS sepanjang tahun lalu, namun mekanisme kolaborasi ke depan masih belum jelas.

Para ahli kesehatan global menilai langkah ini membawa risiko besar bagi AS, WHO, dan dunia.

“Penarikan AS dari WHO berpotensi melemahkan sistem dan kolaborasi global yang selama ini menjadi tulang punggung deteksi, pencegahan, dan respons terhadap ancaman kesehatan,” ujar Kelly Henning, pimpinan program kesehatan publik di Bloomberg Philanthropies.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Indonesia Masters 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Lawan Sabar/Reza di Semifinal
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Sang Ayah Buka Suara Soal Penyakit yang Diderita Lula Lahfah
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
KNMP Poncosari Rampung 100%, Penyelesaian Difokuskan pada Kualitas
• 17 jam laludetik.com
thumb
AS Ambisi Kuasai Greenland, Bagaimana Sikap Indonesia?
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Menguak Visi Ambisius "New Gaza" ala Menantu Donald Trump
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.