Keinginan untuk bekerja lebih fleksibel, mengambil keputusan secara mandiri, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan mendorong munculnya model kerja alternatif.
Salah satu konsep yang semakin banyak diperbincangkan adalah solopreneur.
Model kerja ini dinilai relevan dengan perkembangan ekonomi digital dan gaya hidup kerja masa kini. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan solopreneur? Apa Itu Solopreneur? Melansir laman Sahabat Pegadaian, solopreneur adalah individu yang membangun, memiliki, dan menjalankan bisnis secara mandiri tanpa mempekerjakan karyawan tetap. Seluruh aspek usaha, mulai dari perencanaan, operasional, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan, ditangani sendiri oleh satu orang.
Model ini umumnya dipilih oleh individu yang telah memiliki ide bisnis yang jelas dan keterampilan memadai untuk menjalankannya secara independen.
Selain menjadi sarana pengembangan potensi diri, fleksibilitas waktu serta kebebasan dalam mengambil keputusan menjadi alasan utama seseorang memilih jalur solopreneur.
Namun demikian, seluruh tanggung jawab atas keberlangsungan bisnis juga sepenuhnya berada di tangan satu orang.
Baca juga: Tren Usaha 2026, Ini 10 Ide Bisnis yang Diprediksi Cuan Ciri-ciri solopreneur yang perlu dipahami Sebelum memutuskan menempuh jalur ini, penting untuk memahami karakteristik yang umumnya dimiliki oleh seorang solopreneur.
1. Pemilik sekaligus pengelola usaha
Solopreneur berada di posisi tertinggi dalam struktur bisnisnya. Tidak ada atasan, rekan pendiri, maupun pemegang saham lain, sehingga seluruh keuntungan dan risiko bisnis ditanggung sendiri.
2. Menjalankan banyak peran sekaligus
Tanpa tim internal, solopreneur dituntut untuk serba bisa. Dalam satu waktu, ia bisa berperan sebagai perencana strategi, pelaksana operasional, hingga pemasar.
3. Berani mengambil risiko
Menjalankan bisnis seorang diri berarti siap menghadapi risiko finansial dan emosional. Tidak ada pembagian tanggung jawab saat bisnis mengalami penurunan atau kegagalan.
4. Mandiri dalam pengambilan keputusan
Solopreneur memiliki kebebasan penuh dalam menentukan arah usaha. Seluruh keputusan strategis diambil berdasarkan pertimbangan pribadi.
5. Bertanggung jawab atas hasil bisnis
Setiap capaian, baik keberhasilan maupun kegagalan, merupakan hasil dari keputusan sendiri. Tingkat akuntabilitas solopreneur pun cenderung tinggi.
6. Kreatif memanfaatkan sumber daya terbatas
Dengan keterbatasan modal dan tenaga, solopreneur dituntut kreatif dalam memanfaatkan teknologi, tools digital, dan peluang yang tersedia agar bisnis tetap efisien. Contoh pekerjaan solopreneur Model solopreneur dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Berikut beberapa contoh profesi yang umum dijalani solopreneur.
1. Blogger
2. Kreator konten video
3. Desainer grafis
4. Penulis
5. Konsultan
6. Asisten virtual
7. Jasa perawatan hewan
8. Dropshipper
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





