BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang. Sedangkan puluhan bangunan lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Banjir bandang terjadi akibat hujan yang terus mengguyur sejak Jumat hingga Sabtu (24/1/2026) pagi.
Kerusakan terparah terjadi di RW/ 01 Desa Dukuhturi, tebing sungai ambrol sepanjang belasan meter. Di wilayah ini, rumah-rumah warga di beberapa RT tak hanya rusak berat, tetapi juga hilang tersapu arus sungai yang datang tiba-tiba.
Di Desa Kalierang, tepatnya Dukuh Krajan I, banjir bandang Sungai Keruh berdampak pada 11 rumah warga. Sedangkan di Desa Adisana, dua rumah warga turut rusak akibat terjangan arus.
Baca juga : Banjir Bandang Terjang Bungbulang Garut, Jembatan Ramayan Roboh
Dampak terparah di Desa Penggarutan, dengan total 56 bangunan terdampak, termasuk rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga tempat ibadah. Warga yang rumahnya hilang dan mengalami rusak berat kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian besar menumpang di rumah kerabat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni,turun langsung meninjau lokasi bencana. Tahroni menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pedmkab) telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
"Banjir bandang ini tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan dan bangunan penting lainnya. Penanganan darurat sudah kami lakukan," ujar Tahroni, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga : Ganjar Bangun Ulang 30 Rumah Warga yang Hancur Akibat Banjir di Brebes
Tahroni menyebut jika banjir bandang Sungai Keruh Brebes bukan semata dipicu cuaca ekstrem. Kondisi daerah hulu sungai di lereng Gunung Slamet yang semakin gundul turut memicu dampak banjir.
"Ini bukan hanya soal hujan deras. Kondisi hulu yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya sangat berpengaruh. Diperlukan kesadaran dan kerja sama semua pihak untuk mengembalikan fungsi lingkungan," pinta Tahroni.
Menurut Tahroni, Pemkab Brebes, akan berkoordinasi dengan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah dan pihak terkait untuk penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Keruh secara lebih menyeluruh.
Ia mengimbau warga yang bermukim di sepanjang DAS Sungai Keruh untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang saat ini masih berpotensi terjadi.
"Warga di sepanjang sungai harus lebih hati-hati dan waspada. Termasuk masyarakat di wilayah hulu juga harus bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," pungkas Tahroni.
Sebelumnya dua orang meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Brebes Selatan yakni Kecamatan Bumiayu, dan Tonjong serta Kecamatan sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/11/2025). Kedua korban ini dilaporkan terseret arus banjir bandang dan tersengat aliran listrik. Selain korban meninggal dunia, enam orang warga harus mengungsi di rumah tetangga. (H-3)



