Pantau - Pemerintah Spanyol secara resmi menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kantor Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan pengumuman tersebut pada Jumat, 23 Januari 2026.
"Terkait Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza, perdana menteri telah mengumumkan keputusan otoritas Spanyol untuk tidak berpartisipasi dalam inisiatif ini", demikian isi pernyataan resmi dari kantor Sanchez.
Alasan Spanyol MenolakKeputusan ini diambil berdasarkan sikap konsisten Spanyol dalam mendukung tatanan dunia multipolar, hukum internasional, dan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pedro Sanchez menegaskan bahwa masa depan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri.
Ia juga menyatakan bahwa persoalan hidup berdampingan secara damai dan aman antara Palestina dan Israel harus diselesaikan melalui dialog antara para pihak.
Pemerintah Spanyol menilai bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai penyelesaian jangka panjang di Jalur Gaza.
Dewan Perdamaian Gagasan TrumpPresiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian pada 16 Januari 2026.
Anggota dewan tersebut meliputi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Trump juga telah mengundang sejumlah pemimpin negara lain untuk bergabung, termasuk Rusia dan Belarus.
Piagam resmi Dewan Perdamaian mulai berlaku pada Kamis, 22 Januari 2026.



