Jepang Bangun Kereta Tercepat di Dunia L0 Series, Jakarta-Surabaya Cuma Sejam

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Jepang tengah mengembangkan proyek kereta tercepat di dunia yakni Seri L0. Kereta maglev futuristik ini digadang-gadang mampu melaju hingga 603,5 kilometer per jam, melampaui seluruh kereta penumpang yang saat ini beroperasi secara komersial di dunia.

Dengan kemampuan tersebut, kereta Maglev milik Jepang dapat menghubungkan Jakarta dengan Surabaya dalam waktu sekitar 1 jam.

Adapun, Seri L0 dikembangkan dan diuji oleh perusahaan Central Japan Railway Company (JR Central). Jika sudah beroperasi dalam layanan komersial, maka Jepang akan jauh lebih unggul dari negara-negara lain dalam teknologi kereta cepat.

Sebagai perbandingan, satu-satunya kereta maglev komersial yang saat ini beroperasi, Shanghai Maglev di China, memiliki kecepatan maksimal sekitar 460 kilometer per jam. 

Sementara itu, kereta cepat konvensional tercepat di Eropa, seperti TGV Prancis dan AGV Italo Italia, hanya beroperasi pada kisaran 306 hingga 354 kilometer per jam.

Pengembangan Seri L0 diarahkan untuk memangkas waktu tempuh antarkota besar di Jepang secara signifikan. Rute Tokyo–Nagoya yang saat ini memerlukan waktu perjalanan 1,5 hingga lebih dari 2 jam, berpotensi dipangkas menjadi sekitar 40 menit melalui jalur Chuo Shinkansen yang tengah dibangun.

Baca Juga

  • Audit BPK: Proyek Kereta Cepat Bikin Wijaya Karya (WIKA) Tekor Rp2,27 Triliun!
  • Pemerintah Bakal Bentuk Komite Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
  • Kronologi Kecelakaan Maut 2 Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 39 Orang

Ke depan, layanan ini direncanakan diperluas hingga Osaka. Jika terealisasi, konektivitas Tokyo–Nagoya–Osaka akan membentuk satu kawasan metropolitan terintegrasi dengan mobilitas supercepat, dengan perjalanan Tokyo–Osaka dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Teknologi utama yang memungkinkan kecepatan ekstrem tersebut adalah sistem levitasi magnetik (maglev). Dengan mengangkat rangkaian kereta dari rel dan menggerakkannya menggunakan motor listrik berbasis medan magnet, hambatan gesek dapat ditekan hampir nol, sehingga kereta dapat meluncur dengan kecepatan sangat tinggi.

Melansir Euronews, proyek Chuo Shinkansen dan Seri L0 menelan anggaran investasi jumbo, yang diperkirakan mencapai 59,9 miliar euro atau sekitar Rp1.189,5 triliun.

Awalnya, layanan komersial Seri L0 ditargetkan beroperasi pada 2027. Kendati demikian, berbagai kendala teknis membuat proyek ini mundur hingga delapan tahun, dengan estimasi peresmian pada 2034–2035.

Muncul pula pertanyaan apakah teknologi ini berpotensi diadopsi di luar Jepang, khususnya di Eropa atau Inggris. Secara teoritis, kereta secepat Seri L0 dapat memangkas waktu perjalanan jarak jauh secara drastis, misalnya rute London–Edinburgh yang bisa ditempuh sekitar satu jam.

Meski demikian, implementasi di Eropa menghadapi tantangan besar. Selain kebutuhan investasi dan infrastruktur khusus yang tidak kompatibel dengan jalur eksisting, kereta maglev juga lebih boros energi dan memiliki kapasitas penumpang lebih kecil. 

Di tengah preferensi pasar Eropa yang menekankan kenyamanan, pengalaman perjalanan, dan efisiensi biaya, kehadiran kereta ultra cepat seperti Seri L0 dinilai belum tentu ekonomis di luar pasar Jepang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tren Menunda Nikah di Gen Z, Menag: Negara Hadir Dorong Anak Muda Bangun Keluarga!
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Airlangga Bidik Investasi Digital Global di Davos
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Tanggul Kali Angke Jebol, Rumah-Rumah Warga Tangerang Diterjang Banjir Bandang | BERUT
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Menlu Ungkap Sikap RI soal Ambisi AS Kuasai Greenland
• 14 jam laludetik.com
thumb
Berkurang, Banjir Jakarta Rendam 114 RT dan 15 Ruas Jalan Malam Ini
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.