Airlangga Bidik Investasi Digital Global di Davos

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Davos, Swiss

Langkah strategis Indonesia memperkuat infrastruktur teknologi melalui kolaborasi dengan raksasa teknologi AS dan kemitraan ekonomi dengan Yordania.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat posisinya dalam peta ekonomi digital global melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi di World Economic Forum (WEF) 2026. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin dialog strategis dengan sejumlah korporasi teknologi raksasa asal Amerika Serikat untuk membahas ekspansi investasi di Tanah Air.

Pertemuan yang berlangsung di Indonesia Pavilion, Davos, Swiss ini merupakan tindak lanjut konkret dari negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. 

Fokus utama pembicaraan mencakup pengembangan pusat data (data center), penguatan keamanan siber, hingga pembangunan infrastruktur digital nasional.

Kolaborasi dengan Raksasa Teknologi

Sejumlah nama besar di sektor teknologi menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam penetrasi bisnis di Indonesia. Daftar tersebut mencakup pemimpin industri seperti Nvidia, Amazon Web Services (AWS), DocuSign, CrowdStrike, dan Cloudflare.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut menjadi wadah dialog mengenai potensi investasi jangka panjang.

"Beberapa perusahaan yang tertarik antara lain Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare," ujar Susiwijono dalam keterangan resminya, Jumat 23 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa delegasi Indonesia juga melibatkan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park dari Batam guna memberikan gambaran kesiapan infrastruktur domestik bagi para investor global.

Ekspansi Kemitraan Strategis ke Yordania

Selain menyasar sektor teknologi, diplomasi ekonomi Indonesia di Davos juga menyentuh aspek investasi lintas negara. 

Menko Airlangga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir. 

Diskusi berfokus pada implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Danantara dan Jordan Investment Fund.

Kerja sama ini diproyeksikan membuka peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania, sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara melalui instrumen investasi yang dikelola secara profesional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jeritan Warga Rawa Buaya Dihantam Banjir: Listrik Padam 24 Jam, Badan Gatal Dua Hari Tak Mandi
• 6 jam laludisway.id
thumb
Shayne Pattynama Datang Disambut Jordi Amat! Persija Jakarta Makin Kental Nuansa Timnas Indonesia
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Elkan Baggott Jadi “Cadangan Mati” di Ipswich Town, Saatnya Jajal Super League agar Dilirik John Herdman
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Gas Masela Diincar Raksasa Energi Barat, Inpex Kebut Target Operasi di 2030
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Inntip Momen Keakraban Macron Sambut Prabowo di Paris, Ada Pelukan Hangat saat Jamuan Pribadi
• 8 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.