Cerita Warga Rawa Buaya Jakbar 6 Kali Rumah Kebanjiran dalam Sebulan

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Banjir di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga kini belum sepenuhnya surut. Sejumlah warga mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah dan sudah berulang kali terjadi sepanjang bulan ini.

Salah satu warga, Saenah (64), mengatakan rumahnya sudah terendam banjir hingga enam kali dalam sebulan terakhir. Ketinggian air pun bervariasi, mulai 50-120 Cm.

"Sebulan ini sudah enam kali. Awalnya selutut, paling gede sekarang sampai sedada," kata Saenah saat ditemui di Rawa Buaya, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Nelangsa Lansia di Pejaten Timur, Kontrakan Langganan Banjir Setiap Tahun

Saenah menyebut banjir terparah terjadi saat ini. Air masuk ke dalam rumah. Meski demikian, ia memilih tetap bertahan di rumah dan tidak mengungsi.

"Sekarang yang paling parah. Di dalam rumah airnya sampai selutut. Saya disuruh ngungsi juga nggak mau, mendingan di rumah," ujarnya.

Menurut Saenah, rumah yang ditempatinya merupakan rumah peninggalan orang tuanya. Sebagian besar rumah di wilayah tersebut sudah bertingkat untuk mengantisipasi banjir.

"Kalau nggak tingkat, tenggelam duluan. Barang-barang juga sudah siap, elektronik semua di atas, Alhamdulillah ada loteng," jelasnya.

Saenah menambahkan, banjir mulai naik sejak Jumat pagi. Saat itu ia sempat terkejut karena air datang ketika dirinya sedang tidur.

"Lagi tidur di bawah, kaget. Tapi sudah feeling bakal banjir, jadi langsung ngangkatin baju ke atas," katanya.

Warga lain, Nur (68), memilih mengungsi ke masjid setelah air masuk ke rumahnya dengan cepat. Ia menyebut banjir mulai datang pada Jumat (23/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Air naiknya cepat, kurang dari satu jam sudah masuk rumah sebetis. Langsung ngungsi, bawa baju seadanya," ujar Nur.

Nur mengaku sudah satu hari mengungsi di masjid bersama warga lainnya. Hingga kini, kondisi rumahnya masih terendam meski air mulai berangsur surut.

"Masih terendam, tapi pelan-pelan surut. Mungkin sore kalau nggak hujan mau pulang buat bersih-bersih," ucapnya.

Baca juga: Warga Sebut Banjir di Petogogan Jadi Parah Imbas Tanggul Jebol

Ia mengatakan kawasan Rawa Buaya sebelumnya sempat bertahun-tahun tidak dilanda banjir parah. Terakhir, banjir besar terjadi pada 2016.

"Dulu 2016 juga banjir, tapi nggak separah ini. Ini parah banget," kata Saenah.

Warga berharap banjir segera surut dan bantuan terus disalurkan. Terutama kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan selimut.

"Harapannya ya cepat surut dan ada bantuan. Tadi pagi baru ada bantuan datang," pungkasnya.




(bel/dek)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Xiaomi SU7 2026 Diburu Konsumen, Hampir 100 Ribu Unit Dipesan dalam 15 Hari
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Kelapa Sawit RI Tembus Amerika Latin, Sumsel Ekspor 95.400 Benih ke Peru
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Banjir di Bekasi Meluas, Plt Bupati Setop Sementara Izin Pembangunan Perumahan
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Dedi Mulyadi Ingin Terapkan Konsep Danantara, sang Gubernur Sentil BUMD Jabar yang Minim Keuntungan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Dua Wanita Saling Jambak, Cakar dan Bergumul di Tengah Jalan, Diduga karena Uang Rp 10 Juta
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.