Madrid (ANTARA) - Sebuah rel yang retak kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan kereta yang menewaskan 45 orang di Spanyol selatan pada Minggu (18/1), menurut temuan awal yang dirilis pada Jumat (23/1) oleh Komisi Penyelidikan Kecelakaan Kereta (CIAF) Spanyol.
Laporan tersebut memaparkan bahwa kereta cepat IRYO yang sedang melaju dari Malaga ke Madrid mengalami insiden tergelincir setelah melintasi bagian rel yang retak sebelum kereta mencapai lokasi kecelakaan di dekat Kota Adamuz di Provinsi Cordoba, Spanyol.
Setelah kereta keluar dari rel, gerbong belakang kereta IRYO terlepas dari rel dan ditabrak dengan kecepatan tinggi oleh kereta RENFE yang melaju dari Madrid ke Huelva di jalur sebelahnya.
"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, dapat diasumsikan bahwa retakan rel terjadi sebelum kereta IRYO yang terlibat dalam kecelakaan melintas dan, sebelum kereta tersebut keluar dari rel," kata CIAF dalam sebuah pernyataan.
Sebagian besar dari 45 korban merupakan penumpang di kereta RENFE, banyak di antaranya merupakan warga Huelva. Komisi tersebut mengungkapkan bahwa total 123 orang luka-luka dalam kecelakaan tragis tersebut.
Penyidik menemukan lekukan berukuran seragam pada tapak roda kanan kereta IRYO, konsisten dengan roda yang menghantam bagian atas rel yang patah. Penumpang sebelumnya melaporkan getaran kuat beberapa saat sebelum kereta tergelincir.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez telah berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap tragedi tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintah akan "memberikan pertanggungjawaban penuh" sambil memprioritaskan bantuan bagi para korban luka dan keluarga korban.
Spanyol akan mengadakan upacara pemakaman kenegaraan bagi para korban di Huelva pada 31 Januari.
Laporan tersebut memaparkan bahwa kereta cepat IRYO yang sedang melaju dari Malaga ke Madrid mengalami insiden tergelincir setelah melintasi bagian rel yang retak sebelum kereta mencapai lokasi kecelakaan di dekat Kota Adamuz di Provinsi Cordoba, Spanyol.
Setelah kereta keluar dari rel, gerbong belakang kereta IRYO terlepas dari rel dan ditabrak dengan kecepatan tinggi oleh kereta RENFE yang melaju dari Madrid ke Huelva di jalur sebelahnya.
"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, dapat diasumsikan bahwa retakan rel terjadi sebelum kereta IRYO yang terlibat dalam kecelakaan melintas dan, sebelum kereta tersebut keluar dari rel," kata CIAF dalam sebuah pernyataan.
Sebagian besar dari 45 korban merupakan penumpang di kereta RENFE, banyak di antaranya merupakan warga Huelva. Komisi tersebut mengungkapkan bahwa total 123 orang luka-luka dalam kecelakaan tragis tersebut.
Penyidik menemukan lekukan berukuran seragam pada tapak roda kanan kereta IRYO, konsisten dengan roda yang menghantam bagian atas rel yang patah. Penumpang sebelumnya melaporkan getaran kuat beberapa saat sebelum kereta tergelincir.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez telah berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap tragedi tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintah akan "memberikan pertanggungjawaban penuh" sambil memprioritaskan bantuan bagi para korban luka dan keluarga korban.
Spanyol akan mengadakan upacara pemakaman kenegaraan bagi para korban di Huelva pada 31 Januari.





