Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta para petugas haji untuk tetap menjaga pola hidup saat Ramadhan serta menerapkan hal-hal baik serupa ketika menjalani pelatihan dan pendidikan ketika di asrama haji.
“Makanya, kan 20 hari ini (diklat) sebenarnya kan stimulus, ya. Stimulus artinya untuk membangun kebiasaan. Mudah-mudahan 20 hari ini selesai nanti hari Jumat depan, itu teman-teman bisa membangun habitus baru,” beber Wamenhaj Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Wamenhaj Dahnil mengatakan kebiasaan baik tersebut diharapkan tetap dijaga menjelang hingga masa penugasan haji yang berlangsung cukup lama.
Menurut dia, petugas haji akan bertugas selama sekitar tiga bulan, dengan rata-rata masa tugas sekitar 70 hingga 75 hari.
Ia menjelaskan sebagian petugas akan berangkat mulai April dan baru kembali ke Tanah Air pada Juni seiring dengan kepulangan jamaah haji terakhir.
Untuk menjaga konsistensi kebiasaan positif tersebut, Wamenhaj Dahnil mendorong adanya komunikasi dan saling mengingatkan antar-petugas melalui kelompok-kelompok yang dibentuk.
“Tambah lagi nanti ada grup yang terus saling kontrol minimal, dalam tanda kutip kirim-kirim kebiasaan baru yang bisa dilakukan oleh teman-teman PPIH,” ujarnya.
Wamenhaj Dahnil juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan stamina petugas haji, mengingat tingginya aktivitas selama bertugas di Tanah Suci. Ia mencontohkan jarak tempuh yang harus dilalui petugas bisa mencapai puluhan kilometer dalam sehari.
“Bahkan saya pernah menghitung rata-rata jalan kaki itu bisa 30 ribu langkah. Jarak paling jauh, misalnya dari Arafah ke Masjidil Haram, itu bisa sekitar 25 kilometer,” katanya.
Oleh karena itu ia menilai masa diklat selama 20 hari menjadi bagian penting untuk melatih kebugaran fisik petugas sebelum menjalani tugas selama beberapa bulan ke depan.
"Artinya pelan-pelan dilatih 20 hari ini dan ada tiga bulan ke depan staminanya terus dilatih,” kata Wamenhaj Dahnil. (ant/aag)



