Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Najamudin, melakukan pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan program Green Village atau Desa Hijau.
Sejalan dengan gagasan ekonomi hijau, potensi desa yang digarap oleh Kementerian Desa dinilai perlu disinergikan dengan DPD RI. Hal ini mengingat DPD RI juga memiliki fokus pada percepatan pembangunan dan penguatan peran desa di seluruh wilayah Indonesia.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kerap disertai bencana alam, program Green Village atau Desa Hijau dinilai mampu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat desa. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya mitigasi lingkungan, tetapi juga memberikan apresiasi kepada desa-desa yang mengedepankan pelestarian lingkungan demi menjaga ekosistem dan keseimbangan ekologi.
Baca juga: Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026
Ke depan, penerapan Desa Hijau diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Program Desa Hijau ini juga dinilai selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen, dengan menjadikan desa sebagai salah satu motor utama pembangunan nasional.
Melalui program ini, pemerintah berharap desa-desa di Indonesia mampu tumbuh secara ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan, sekaligus meningkatkan ketahanan desa terhadap dampak perubahan iklim di masa depan.




