Refly Harun Sayangkan KPU Tidak Pernah Melakukan Verifikasi Keaslian Ijazah, Dian Sandi Bilang Begini

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam dialog yang ditayangkan salah satu televisi nasional, pakar hukum tata negara, Refly Harun, menyatakan bahwa ijazah yang ditampilkan Dian Sandi berbeda dengan dokumen yang diperlihatkan dalam gelar perkara khusus.

Menurut Refly, perbedaan tersebut terlihat dari absennya watermark dan emboss pada dokumen yang diunggah ke media sosial.

“Dan itulah yang kemudian diambil Dirtipidum dan itu yang disampaikan kepada KPU,” ucap Refly.

“Sayangnya KPU dan KPUD tidak pernah melakukan verifikasi terhadap keaslian ijazah. Jadi, mereka cukup menerima fotocopy legalisir tapi tidak pernah ada peristiwa verifikasi,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan itu, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, mengklaim bahwa Penasihat Hukum Barisan Pembela Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (BALA RRT), Refly Harun, sejatinya telah mengetahui bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

“Refly Harun sudah tau ijazah Jokowi asli,” ujar Dian kepada fajar.co.id, Kamis (22/1/2026).

Dikatakan Dian, Refly Harun merupakan sosok dengan kapasitas intelektual yang mumpuni dan memiliki latar belakang keilmuan yang kuat.

Dengan kemampuan tersebut, ia meyakini Refly telah memperoleh informasi dari berbagai sumber yang kredibel.

“Beliau bukan orang bodoh, beliau dapat informasi dari banyak sumber dan saya yakin beliau sudah tau ijazah tersebut asli,” ucapnya.

Sebagai pihak yang mengunggah dokumen ijazah Jokowi ke ruang publik, Dian sekaligus membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya oleh Refly Harun.

Dian menyebut, tidak benar jika disebut terdapat enam versi ijazah Jokowi sebagaimana yang kerap disampaikan oleh Refly Harun dan dr. Tifauzia Tyassuma.

“Mereka hanya sedang menggiring opini seakan-akan itu semua berbeda,” kata Dian.

Ia menjelaskan, ijazah yang digunakan Jokowi dalam berbagai kontestasi politik, baik saat maju sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, maupun Presiden, merupakan dokumen yang sama.

“Ijazah itu ada 6 sumber bukan 6 versi baik yang diberikan oleh KPU/KPUD, Polda termasuk saya dan semua itu sama. Bagaimana Refly Harun mengatakan its doesnt make sense atau ini tidak masuk akal,” sesalnya.

Lebih lanjut, Dian kembali membantah tudingan yang diarahkan kepadanya menyusul unggahan ijazah Jokowi di media sosial pada 1 April 2025 lalu.

Ia mengaku heran masih ada pihak yang mempercayai klaim bahwa ijazah tersebut palsu.

“Saya membantah dengan keras tudingan mereka yang mengatakan bahwa saya menjebak mereka oleh postingan pada 1 April lalu,” Dian menuturkan.

“Semua itu salah mereka sendiri yang sembrono menyimpulkan bahwa ijazah Pak Jokowi palsu, padahal sumber penelitian mereka dari media sosial,” tambahnya. (Muhsin/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geledah Sejumlah Lokasi, KPK Sita Uang Ratusan Juta di Kasus Bupati Pati Sudewo
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Debut Alaaeddin Ajaraie Belum Berbuah Gol, Persija Tetap Menang dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Masters 2026, Ini Hasilnya!-Dunia Olahraga
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jalan Alternatif Puncak Masih Tertutup Longsor, Kendaraan Belum Bisa Melintas
• 8 jam laludetik.com
thumb
Detik-detik Begal Dikepung Warga hingga Lari ke Atap Rumah di Jakbar
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.