Jakarta, VIVA – Uni Eropa (UE) berencana untuk menghentikan penggunaan komponen dan peralatan dari pemasok berisiko tinggi di sektor-sektor penting yang berasal dari Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya.
Langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap. Penerapan kebijakan 'anti-China' di sektor penting dan berisiko tinggi, tercantum di dalam revisi Undang-Undang Keamanan Siber Uni Eropa.
Hal itu diambil menyusul peningkatan serangan siber dan ransomware serta kekhawatiran yang semakin besar atas campur tangan asing, spionase, dan ketergantungan Uni Eropa pada pemasok teknologi negara ketiga.
Dalam hal ini China. Uni Eropa juga telah memperketat pendiriannya terhadap penggunaan semua peralatan buatan China.
Misalnya Jerman, yang baru-baru ini menunjuk sebuah komisi ahli untuk mempertimbangkan kembali kebijakan perdagangan terhadap Beijing dan melarang penggunaan komponen China dari jaringan 6G di masa mendatang.
Amerika Serikat (AS) sudah melarang persetujuan peralatan telekomunikasi baru dari Huawei dan ZTE pada 2022, dan mendorong Uni Eropa untuk melakukan hal yang sama.
"Dengan paket keamanan siber yang baru maka kita akan memiliki sarana untuk melindungi rantai pasokan (teknologi informasi dan komunikasi) penting kita dengan lebih baik, tetapi juga untuk memerangi serangan siber secara tegas," kata Kepala Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, seperti dikutip dari situs Reuters, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kementerian Luar Negeri China, menanggapi laporan sebelumnya tentang rencana tersebut, menyebut pembatasan perusahaan-perusahaan China tanpa dasar hukum sebagai "proteksionisme terang-terangan" dan mendesak Uni Eropa untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan China.
Langkah-langkah baru ini akan berlaku untuk 18 sektor utama yang diidentifikasi oleh komisi, termasuk peralatan deteksi, kendaraan terhubung dan otomatis, sistem pasokan listrik dan penyimpanan listrik, sistem pasokan air, serta drone dan sistem anti-drone.
Layanan komputasi awan, perangkat medis, peralatan pengawasan, layanan luar angkasa, dan semikonduktor juga tercantum sebagai sektor-sektor penting.
Komisi tersebut telah mengadopsi serangkaian langkah keamanan untuk jaringan 5G pada tahun 2020 untuk membatasi penggunaan vendor yang dianggap berisiko tinggi seperti Huawei karena kekhawatiran akan kemungkinan sabotase atau spionase.




